Dua Santri Jadi Korban Perampasan Kendaraan di Cileungsi

Ilustrasi: Perampasan kendaraan sepeda motor oleh debt colector. IST

CIBINONG – Dua orang santri, menjadi korban perampasan kendaraan sepeda motor di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor. Hal itu diungkap Kapolres Bogor, AKBP Harun, Jumat (23/7/2021).

Harun menjelaskan, kejadian bermula saat satu orang santri mendapatkan perintah dari gurunya di pesantren kawasan Gunungputri, untuk menjemput rekan sesamanya di kawasan Mekarsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Setelah hendak menuju pesantren, santri yang berboncengan itu dipepet oleh empat orang pelaku yang mengaku sebagai debt colector atau mata elang dengan tujuan merampas kendaraan sepeda motor.

“Empat pelaku tersebut meminta santri itu untuk ke pinggir jalan. Kemudian korban diminta mengikuti para pelaku dan dipaksa menandatangani surat penyerahan kendaraan tanpa logo surat alias bodong,” jelas Harun.

Karena merasa terancam, akhirnya korban menyetujui untuk menandatangani surat bodong tersebut dan sepeda motor yang dikendarainya dibawa oleh para pelaku.

“Kendaraan yang dibawa pelaku itu kemudian digadaikan kepada salah satu tempat pegadaian di daerah Tapos dengan harga Rp1,5 juta yang duitnya dibagikan ke semua pelaku,” ungkap Harun.

Empat pelaku tersebut di antaranya adalah ST, DS, CHM, dan TSM. Menurut pengakuan pelaku, mereka sudah melakukan aksi kejahatan tersebut sejak tahun 2012. Khususnya yang dilakukan oleh TSM.

“Tiga pelaku sudah kami amankan, sementaranya satu pelaku berinisial ST masih DPO,” kata Harun.

Harun menambahkan, para pelaku ini biasa beroperasi dengan modus yang sama di wilayah Tangerang, Cileungsi, dan Gunungputri.

“Para pelaku kami jerat dengan Pasal 368 tentang perampasan dan penipuan juga penggelapan dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara,” jelas Harun. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.