Dua Mahasiswa LSIA Bekasi Asal Parung Raih Medali Emas Kejurnas Pencak Silat

Attar dan Sulthan, dua mahasiswa kakak beradik asal Kecamatan Parung dari kampus LSIA Bekasi, meraih dua medali emas dalam Kejurnas Pencak Silat Sultan Kacirebonan Cup (SKC) 2021 di Sport Hall Bima Cirebon. IST

PARUNG – Lantunan ayat suci Al-Quran dan pembacaan doa mengawali kegiatan pembukaan Kejurnas Pencak Silat Sultan Kacirebonan Cup (SKC) 2021 di Sport Hall Bima, Cirebon, Sabtu-Minggu, 27-28 Desember 2021.

Kegiatan ini diikuti sekitar 800 peserta pelajar dan mahasiswa se-Indonesia. Ada yang unik dalam perhelatan event kejuaraan nasional pencak silat kali ini, yaitu dengan keikutsertaan dua kakak beradik, Istiqlal Attar (16) dan Izrail Arsy Sulthan (15) dari Perguruan Silat Walet Puti.

Kedua mahasiswa asal Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor ini turun ke arena kejurnas dari kontingen kampus Lembaga Studi Islam dan Bahasa Arab (LSIA) Bekasi. Hebatnya lagi, kedua saudara kandung yang merupakan mahasiswa akselerasi di Kampus LSIA Bekasi ini berhasil membawa pulang 2 medali emas.

“Alhamdulillah, berkat rahmat Allah dan kemudahan yang Allah Ta’ala berikan, kami bisa membawa pulang dua medali emas untuk kampus tercinta,” ujar Attar, yang didaulat oleh panitia SKC mewakili 800 peserta untuk membacakan ayat suci Al Quran dan doa pembuka di pembukaan kejurnas tersebut.

Sementara Sulthan, yang juga meraih medali emas mengatakan, raihan dua medali emas yang mereka raih dalam event Kejurnas Pencak Silat Sultan Kacirebonan Cup (SKC) 2021 di Sport Hall Bima Cirebon didedikasikan untuk kedua orangtua dan almamater tercinta, Kampus LSIA Bekasi.

“Prestasi ini tidak mungkin kami berdua bisa raih tanpa adanya pertolongan dan kemudahan dari Allah Ta’ala. Disertai dukungan kedua orang tua kami dan Kampus LSIA Bekasi.” jelas Sulthan, dengan nada semangat.

Menurut Ustadz Budi Mulyana, official yang mendampingi kedua atlit tersebut, usai pertandingan ini, Attar dan Sulthan selanjutnya direncanakan akan mengikuti pertandingan kejurnas di Banten dan Bandung.

“Dalam kejurnas di Bandung, rencananya, bukan hanya boleh diikuti oleh pelajar dan mahasiswa dari Indonesia saja, tapi juga akan diikuti pelajar dan mahasiswa dari luar negeri khususnya setingkat negara-negara ASEAN,” tukas Ustadz Budi Mulyana. =FRI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.