DTPHPKP Cianjur Imbau Petani Antisipasi Terhadap Potensi Serangan OPT

CIANJUR—Mengingat situasi dan kondisi cuaca saat ini, cepat berfluktuasi, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Kabupaten Cianjur, menghimbau agar mewaspadai potensi serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

“Terlebih, kondisi cuaca saat ini cepat berfluktuasi, terhadap serangan OPT bisa saja lebih masif,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan DTPHPKP Kabupaten Cianjur, Dandan Hendayana, kepada wartawan, Kamis (01/9/2022).


Dadan juga tidak memungkiri jika potensi serangan OPT selalu saja ada di setiap waktu. Namun upaya-upaya pengendalian sudah dilakukan sedini mungkin untuk menghindari risiko kerugian cukup besar akibat dampak serangan OPT. “Memang sejauh ini, serangan OPT tersebut, masih bisa terkendali, namun harus tetap diwaspadai,” katanya.


Menurutnya, berdasarkan data DTPHPKP Kabupaten Cianjur, selama periode Januari-Juli tahun ini, lahan tanaman padi yang diserang berbagai OPT seluas 1.054 hektare. Beruntungnya, serangan dikategorikan ringan sehingga dampaknya tak terlalu signifikan. “Dampak pasti ada, cuma tidak terlalu signifikan. Masih dalam ambang batas. Insya Allah (produksi padi) masih aman,” bebernya.


Jenis OPT ini, kata Dadan dapat menyerang lahan tanaman padi selama periode Januari-Juli yakni hama penggerek batang, tikus, blas, bakteri hawar daun, dan tungro. Luasan lahan tanaman padi yang diserang OPT jenis penggerek batang sekitar 260 hektare, tikus seluas 547 hektare, blas seluas 111 hektare, bakteri hawar daun seluas 132 hektare, dan tungro seluas 4 hektare. “Sehingga lahan tanaman padi yang paling luas, akibat serangan hama tikus,” terangnya.


Hama tikus tersebut, lanjut Dadan, telah menyerang lahan tanaman padi disebanyak 16 kecamatan. Rinciannya, di Kecamatan Cidaun seluas 3 ha, Naringgul 9 ha, Tanggeung 11 ha, Kadupandak 11 ha, Takokak 9 ha, Pagelaran 20 ha, Campaka 20 ha, Warungkondang 80 ha, Gekbrong 3 ha, Cilaku 90 ha, Sukaluyu 54 ha, Bojongpicung 60 ha, Karangtengah 56 ha, Cianjur 85 ha, Pasirkuda 31 ha, dan Haurwangi 5 hektare.


“Yang paling sedikit itu, hama tungro. Hanya sekitar 4 hektare yang diserang tungro. Lokasinya berada di Kecamatan Warungkondang,” ujarnya.

Dadan menyebut dari 547 hektare lahan tanaman padi yang diserang hama tikus, seluas 545 hektare dikategorikan ringan. Sedang 2 hektare lagi serangannya dikategorikan sedang. “Tapi kami pastikan, serangan OPT ini tak berpengaruh terhadap produktivitas padi diwilayah Kabupaten Cianjur,” pungkasnya. SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.