DPRD Kota Bogor Bahas Revisi RTRW, ini Target Selesainya

DPRD Kota Bogor bersama sejumlah SKPD di Pemkot Bogor, mulai membahas revisi Perda RTRW. Pembahasan oleh Bapemperda dilakukan di lantai 4 gedung DPRD Kota Bogor, Kamis (20/5/2021). Syarif|Pakar

BOGOR – Setelah menyelesaikan beberapa proses dan tahapan, akhirnya revisi Perda RTRW Kota Bogor, hari ini dibahas oleh DPRD Kota Bogor, Kamis (20/5/2021). Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto mengatakan, revisi Perda RTRW mulai dibahas hari ini oleh Bapemperda Perda, karena pansus Raperda RTRW sudah tidak bertugas. 


“Pansus sudah melebihi kadaluarsa, jadi revisi Perda RTRW langsung dibahas di Bapemperda, kemudian dilaporkan di Banmus dan disiapkan untuk disahkan di paripurna,” ucap Atang. 


Untuk target pembahasan, lanjut Atang, DPRD menargetkan sekitar dua pekan kedepan, selanjutnya langsung di paripurna kan. Dalam pembahasan, ada catatan-catatan yang dibahas, terutama terkait pentingnya adalah bagaimana menurunkan RTRW ini dalam kontek RDTR yang lebih detail dan lebih tepat, sehingga selesai RTRW ini perlu ada pekerjaan berikutnya yang diselesaikan. 


“Saya kira ini sudah tahap akhir karena pembahasan sudah selesai ini hanya mengesahkan dari yang sudah di jalankan. Mudah mudahan dengan adanya RTRW ini setidaknya ada klasifikasi maupun pembagian wilayah yang ada di Kota Bogor. Kita akan lihat dulu isi RTRW yang disetujui oleh Kemenentrian ATR dan BPN, mudah-mudahan nanti akan kelihatan apa yang kita sempurnakan lagi dalam RDTR nya,” jelasnya. 


Terpisah, Kepala Bappeda Kota Bogor, Rudi Mashudi mengatakan, revisi RTRW sudah mendapat persetujuan substansi dari Kementrian ATR, sehingga langsung dikirimkan surat ke DPRD untuk dibahas dan dilakukan pengesahan Raperda.

“Pembahasan terkait stuktur pola ruang dan penyesuaian dengan arah pembangunan Kota Bogor. Kita berharap pembahasan bisa secepatnya sehingga langsung di paripurnakan,” harapnya. RIF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.