DPMD Monitoring Samisade di Kecamatan Leuwisadeng, ini Hasilnya

LEUWISADENG – Monitoring program satu milyar satu desa (samisade) yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di Aula kantor Kecamatan Leuwisadeng. Monitoring ini sekaligus melakukan pengecekan pembangunan yang sudah hampir selesai dibangun, sehingga sesuai dengan perencanaan pembangunan.

Program pembanguna pebedayaan masyarakat Desa Dadan menuturkan, dengan monitoring ini tentunya agar pembangunan dari samisade tersebut bisa di jalankan dengan maksimal.

“Kegiatan monitoring ini semua program dari bantuan keuangan Kabupaten kemudian provinsi, kalo bantuan kabupaten baru ya, Ini kan bulan ke 9 ya pelaksanaan harus maksimal Sehingga tahap ke satu itu sudah clear, kemudian untuk tahap ke dua baru ada yang mengajukan,” ungkapnya kepada Pakar Online, Rabu (22/9/2021).

Menurut Dadan, jika dalam pekerjaan pembangunan gagal diatas 10% berarti pengerjaan dinyatakan gagal, sehingga kucuran anggaran dari samisade terlihat tidak sesuai.

“Kalau pengerjaannya kurang dari 10% ya berarti perencanaan gagal, nanti kita akan cheak ya, kalo dibawah 10% itu kan harus masuk Contract Change Order (CCO), 10% dari nilai Rencana Anggaran Biaya (RAB),” tegasnya.

Sementara itu, Kasi Sapras DPMD Harif mengatakan, terkait juknas juknis pihaknya sedang merevisi perundang-undangan yang dikeluarkan oleh perbub, sehingga ada beberapa peraturan yang sedang tahapan perbaikan.

“Kaitan juknas juknis, Kita sedang ada perbaikan dari perbub yang ada didalam perundang-undangan perbub 83 tahun 2020, otomatis juknas juknisnya nanti akan berubah, kita juga sedang penyempurnaan,” ujarnya.

Mengingat samisade masih prodak baru Jadi dirinya masih menampung Permasalahan-masalahan yang ada di Desa, Setelah itu nanti pihaknya akan satukan agar regulasinya menjadi sempurna.

“Nanti kita akan memantau bagai mana pengerjaannya sesuai atau tidak dengan RAB. Sehingga kualitasnya seperti apa dan apalagi pengerjaannya sekarang manual ya, memang di perbub itu sua kelola, memang kualitas yang kita soroti apakah sesuai RAB atau tidak,” tuturnya.

Menurutnya, dengan beberapa Desa yang membangun infrastruktur tidak sesuai sehingga pihaknya akan melakukan evaluasi dan tindakan agar, permasalahan tersebut bisa segera diperbaiki.

“Terkait hal itu nanti kita akan evaluasi dan kita perbaiki jangan sampai seperti ini, mangkanya bukan DPMD saja yang monep, yang saya sebutkan PUPR, inspektorat. Kalo inspektorat monep dibidang advokasinya,” tandasnya.

Kepala Desa Kalong I S Yenih Yeyen Permana mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan oleh DPMD tentunya pihaknya merasa bersyukur dalam pengerjaan pembangunan tidak ada pelanggaran sedikit pun.

“Alhamdulillah dalam pemeriksaan oleh inspektorat dan juga DPMD tidak ada temuan apapun, namun hanya kekurangan prasasti saja yang belum dipasang,” ungkapnya.

Menurut Kades Yeyen, dengan program samisade ini pihaknya akan optimalkan pembangunan diwilayahnya, sehingga masyarakatnya nyaman saat mobilitas.

“Saya turut berterimakasih kepada Bupati Bogor Ade Yasin yang sudah mengucurkan bantuan samisade ke desa saya, tentunya saya dan warga saya merasa bersyukur sehingga pembangunan ini berjalan dengan lancar,” tutupnya. FIR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.