Dodongkal, Makanan Tradisional yang Masih Eksis dan Digemari

Dodongkal berbentuk gunung merupakan makanan tradisional yang digemari masyarakat. (Putri/Magang)

LEUWILIANG – Dodongkal atau dongkal adalah salah satu makanan tradisional Indonesia yang terbuat dari tepung beras dengan tambahan gula merah dan ditaburi oleh parutan kelapa di atasnya. Makanan ini berbentuk gunungan seperti tumpeng dengan ukuran yang lebih kecil.

Dodongkal biasanya dicetak dalam kukusan yang terbuat dari anyaman bambu berbentuk limas lingkaran. Kemudian, dodongkal tersebut dikukus dalam dandang khusus yang disebut dengan seeng.

Makanan yang termasuk jajanan pasar ini bisa kita temui di penjual pinggir jalan pada waktu sore hari. Dodongkal Bang Zaky adalah salah satu dodongkal yang cukup terkenal yang berlokasi di seberang Pasar Leuwiliang, di depan kios-kios perhiasan.

Dengan harga Rp. 10.000 per porsi, penjualan dodongkal yang buka dari pukul 16.00 – 23.00 WIB ini bisa menjual 300 porsi bahkan lebih jika pada akhir pekan. Dengan rata-rata omzet 2.5 juta per hari, Dodongkal Bang Zaky bisa menghabiskan tepung beras sebanyak 50 liter dalam satu hari penjualan.

Saat ditemui, pemilik Dodongkal Bang Zaky, Eki mengatakan sudah berjualan dodongkal di Leuwiliang selama lebih dari satu tahun. Pria asli Sukabumi ini awalnya berjualan dodongkal di Pelabuhan dekat rumahnya selama tiga tahun sebelum pindah dan menetap di Bogor.

Berawal dari membantu orang tua, Eki yang awalnya berprofesi sebagai pegawai swasta akhirnya memutuskan untuk ikut berjualan dodongkal bersama sang Ayah. Tak lama berselang, Eki pun membuka sendiri usaha dodongkalnya ditemani dengan kedua saudaranya sepupunya. (Putri/Magang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.