Dituding Curi Listrik Karena Tak Ada KWH, Ini Jawaban Kades Tapos

Kepala Desa Tapos, Kecamatan Tenjo, Ratma Wijaya. Fahri | Pakar

TENJO – Pemakaian listrik di kantor Desa Tengah, Kecamatan Tenjo yang selama ini tidak menggunakan alat ukuran pemakaian listrik (KWH) layaknya konsumen PLN lainnya, disoal sejumlah pihak.

Tudingan telah terjadi pencurian listrik pun berhembus dan menyasar kepada Pemdes Tapos.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Tapos, Ratma Wijaya mengatakan bahwa tidak adanya KWH meteran listrik di kantor Pemerintah Desa Tapos, memang sudah sejak lama.

“Sudah berapa periode kades di desa ini, memang tidak ada KWH meteran listrik. Begitupun saat saya mulai jadi kades beberapa waktu lalu,” ungkap Ratma Wijaya, Senin (22/3/2021).

Terkait tudingan pencurian listrik, Ratma sapaan akrabnya berdalih bahwa hal tersebut tidak mungkin dilakukan oleh aparatur desa. Ia mengatakan, hal ini lebih kepada ketidaktahuan aturan terkait penggunaan listrik.

“Logikanya ini terjadi sudah lama. Namun begitu, jika aturannya harus ada KWH meter, maka pasti kami akan pasang dengan menyiapkan alokasi anggaran pemerintahnya,” pungkas Ratma. =FRI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.