Diterjang Banjir Badang, 10 Unit Perahu Nelayan di Cianjur Hancur Berantakan

CIANJUR – Sedikitnya ada 10 unit perahu milik nelayan Pebuhan Jayanti, di Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun Kabupaten Cianjur, rusak. Akibat terdampak banjir bandang meluapnya aliran Sungai Cisela dan Cipunage, Senin (19/9/2022) petang hingga malam. Informasi yang berhasil dihimpun, para nelayan pun masih dihantui ancaman banjir bandang susulan. Pasalnya, selain sungai Cipunage, Citoe, di Desa Kertajadi, meluap setinggi lutut. Bahkan hingga sekarang intensitas curah hujan masih cukup tinggi.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cianjur, Relly Herajaya, mengatakan berdasarkan hasil pendataan di lapangan, terdapat sekitar 10 unit perahu milik nelayan yang mengalami kondisinya rusak berat. Namun, masih terdapat ada 2 unit perahu yang kondisinya masih bisa diselamatkan.

“Memang akibat hanyut terbawa arus deras ombak banjir bandang tersebut. Ada sekitar 10 unit hancur berkeping-keping.” terang Relly, kepada wartawan Selasa (20/9/2022).
Menurutnya, kondisi saat ini, diperparah dengan kapasitas kolam labuh atau sodetan yang dibangun pemerintah. Kapasitas kolam labuh hanya bisa menampung sekitar 60 buah perahu.

“Karena kolam sodetan sebagai tempat berlabuh tidak cukup menampung perahu. Kuotanya hanya cukup menampung 60 perahu. Sedangkan perahu milik nelayan di Pelabuhan Jayanti mencapai 570 buah perahu,” bebernya.

Belum lagi, kata Relly ada perahu nelayan di antaranya dari kawasan Ujunggenteng Kabupaten Sukabumi, Pantai Santolo Kabupaten Garut, dan Pantai Rancabuaya Kabupaten Garut. Diestimasi jumlahnya bisa mencapai 150 buah perahu.
“Setiap hari rata rata jumlah perahu yang bersandar di kolam labuh Pantai Jayanti sebanyak 650-700 buah. Tapi kolam labuh hanya bisa menampung sebanyak 60 perahu. Sedang sisa ratusan perahu lainnya tercecer di mana-mana,” katanya.

Relly berharap ada upaya percepatan pembangunan kolam labuh di Pantai Jayanti. Sebab, jika tak segera ditangani, maka dikhawatirkan setiap terjadi hujan deras hingga mengakibatkan banjir bandang perahu nelayan bisa terancam rusak.

“Terutama kepada pihak Pemprov Jabar agar segera menindaklanjuti agenda pembangunan sodetan di Pantai Jayanti supaya permasalahan setiap kali banjir bisa teratasi,” pungkasnya. SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.