Diterjang Angin Saat Hujan Deras, Atap Pasar Rakyat Ciranjang Terbang

Kondisi pasar rakyat Ciranjang yang bagian atapnya berterbangan karena angin. Esya | Pakar

CIANJUR – Akibat diterjang hujan deras yang disertai angin kencang atap bangunan kios-kios dikawasan Pasar Rakyat Ciranjang, di Kecamatan Ciranjang beterbangan terbawa angin. Diduga hal ini, terjadi dampak dari potensi bencana hidrometeorologi yang mulai mengancam wilayah Kabupaten Cianjur.


Kepala Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian (Diskoperdagin) Kabupaten Cianjur, Komarudin, membenarkan akibat hujan derat dan angin kencang tersebut, telah merusak bagian atap berada di kios-kios Pasar Hanggar Cokelat dan Pasar Rakyat Jabar Juara. Khusus Pasar Rakyat Juara, kata Komarudin, karena dibiayai Pemprov Jabar, maka langsung dilaporkan.


“Beruntung Pasar Rakyat Jabar Juara itu masih dalam tahap pemeliharaan pihak ketiga. Kami sudah laporkan ke Pemprov Jabar,” kata Komarudin, di Pasar Induk Cianjur (PIC) Pasirhayam Jebrod-Cianjur, Mingggu (29/10/2023).

Menurutnya, hujan lebat yang disertai angin kencang tersebut, terjadi pada Selasa (24/10) petang. Pada Rabu (25/10) sudah mulai diperbaiki. “Memang yang terbawa angin kencang tersebut, kios Pasar Hanggar Cokelat pada malam setelah kejadian sudah kami perbaiki,” ungkapnya.

Beruntung saja, kata Komarudin, tidak ada korban luka atau jiwa akibat peristiwa tersebut. Namun, Diapun memastikan aktivitas para pedagang bisa kembali berjalan normal. “Kalau melihat kondisinya, tingkat kerusakannya ringan. Nilai kerugian yang Pasar Hanggar Cokelat itu sekitar Rp30 juta. Kalau yang Pasar Rakyat Jabar Juara saya tidak mengetahuinya. Itu diperbaikinya oleh pihak rekanan karena masih masa pemeliharaan,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Kusmanawijaya, mengatakan meskipun sudah terjadi hujan, tetapi ia memastikan saat ini belum masuk pada peralihan musim atau pancaroba. Sebab, berdasarkan prediksi BMKG, hujan memasuki musimnya pada November. “Belum bisa dikatakan pancaroba karena prediksi BMKG, musim hujan mulai terjadi awal November,” terangnya.

Namun Asep mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Termasuk personelnya yang sudah diminta selalu waspada dengan berbagai potensi kebencanaan. “Kami siap siaga menghadapi berbagai potensi bencana,” pungkasnya. NDI/SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.