Disperumkim Siapkan Strategi Pengelolaan Limbah Domestik Pemukiman Swadaya

Sekdis Perumkim Lorina Darmastuti saat memimpin FGD terkait pengkajian usulan kebijakan pencegahan kumuh sektor air limbah domestik di pemukiman swadaya informal yang berkelanjutan di Kota Bogor. Syarif | Pakar

BOGOR – Dinas Perumkim Kota Bogor menggelar Focuss Group Discussion (FGD) terkait pengkajian usulan kebijakan pencegahan kumuh sektor air limbah domestik di pemukiman swadaya informal yang berkelanjutan di Kota Bogor, yang dilaksanakan di ICC Botani Square Building, pada Selasa 4 Oktober 2022.Sekda Kota Bogor, Syarifah Sofiah Dwikrowati mengatakan, ini salah satu prasyarat untuk mengikuti S3 dan mengambil materi penanganan Kawasan swadaya masyarakat untuk pemukiman dikaitkan dengan sanitasi. Pemkot Bogor juga sedang menyelesaikan persoalan sanitasi di kawasan kumuh. Ada 35.317 yang masih BABS. 

“Kita lakukan intervensi berkurangnya hanya 180 rumah. FGD ini nanti akan menerima masukan semua stakeholder dari perguruan tinggi, legislatif, pengusaha dan lainnya untuk berembuk memberi masukan dan akan menjadi bahan untuk membuat kebijakan dan yang disarankan ke pemerintah dan hasilnya akan bermanfaat bagi Pemkot Bogor karena kami juga akan launching kelurahan ODF,” ucap Sekda.

Sementara, Sekdis Perumkim, Lorina Darmastuti menjelaskan, FGD ini dalam rangka proses penyusunan strategi dan kebijakan dalam pengelolaan limbah domestik di perumahan swadaya informal. Jadi ada pengisian kuisioner atau matrik untuk melihat peran-peran pemangku kepentingan dan memasukan strategi kebijakan publiknya. Nanti setelah disusun dan diberikan masukan, akan ada FGD lagi untuk pemberian pembobotan dengan analisis terkait strategi kebijakan dari masukan hasil FGD.

Secara makro kondisi saat ini soal pengelolaan limbah domestik, berdasarkan survey di beberapa wilayah, beresiko tinggi penggunaan septic-tang komunal dan kedepan banyak sekali lubang resapan harus berubah menjadi septic-tang. Untuk mencegah kekumuhan, harus dilakukan penataan wilayahnya. Karena pertumbuhan pemukiman saat ini tidak beraturan, sehingga sulit dilakukan penataan pengelolaan limbah domestik.

“Memang banyak kendala untuk mengintervensi pembangunan septic-tang di wilayah. Untuk itu Pemkot Bogor akan berupaya menghasilkan bantuan dana CSR untuk pembangunan septic-tang ataupun pengelolaan limbah domestik. Kami berharap wilayah-wilayah di Kota Bogor kedepan bisa menjadi zero ODF, sehingga pengelolaan limbah di lingkungan masyarakat menjadi lebih baik,” harapnya. 

“Faktor kesadaran masyarakat sangat penting, apalagi belum ada sanksi kuat bagi yang masih melakukan BABS di Kota Bogor. Kedepan, semua harus detail menyiapkan masyarakat dengan strategi kebutuhannya. Jadi bukan soal anggaran saja, tetapi kesiapan lokasi pembangunan sanitasi pengelolaan limbahnya. Kita optimis bisa menjadikan wilayah zero ODF di Kota Bogor dengan perencanaan strategis kedepan,” pungkasnya. RIF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.