Disparpora Cianjur Ajukan Pelaku Usaha Parawisata Terdampak PPKM Level 3

CIANJUR—Sebanyak 5766 orang pelaku usaha parawisata terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 ini, diusulkan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Cianjur, kepada pihak Dinas Parawisata dan Kebudayaan (Disbud)) Provinsi Jawa Barat (Jabar). Namun, berdasarkan data yang tervalidasi hanya tercatat sebanyak 2.184 orang itu terdiri dari pelaku usaha hotel sebanyak 2.141 orang, tempat wisata 1300 rang, Restoran 481 orang, pelaku ekonomi kreatif 297 orang, pemandu wisata/ guide 86 orang , taur & travel (Asita) 49 orang.


“Memang dari jumlah berbagai pelaku usaha parawisata secara keseluruhan yang diajukan kepada pihak Disparbud Provinsi Jabar ada sebanyak 5766 orang. Hanya hingga saat ini yang bisa memberikan kelengkapan persyaratan data baru mencapai sebanyak 2.141 orang. Haparapannya sih, semuanya dapat kebagian bantuan sosial (Bansos) yang diusukan kepada pihak Disbudpar Provinsi Jabar,” kata Plt Sekertaris Disparpora Kabupaten Cianjur, Nugraha Pratama kepada wartawan Jumat (13/8/2021).


Sebenarnya, lanjut Pratama, dari sebanyak 5766 orang pelaku usaha parawisata yang terdampak PPKM tersebut, sudah masuk kadalam data sistim informasi pembangunan daerah (SIPD) secara nasonal. Namun yang baru memenuhi persayaratan baru mencapai 2.141 orang. Adapun sebagai syarat-syaratnya, adalah bukti profesi (sofcopy dan hardcopy), photo copy KTP, dokumen photo profesi sebagai pelaku seni budaya dan ekraf mandiri, surat keterangan profesi, surat keterangan kerja (pelaku parawisata, ekraf), dan surat keterangan dari sanggar (pelaku seni budaya).


“Data tersebut, tervalidasi dari sejak 12 Agustus 2021ini. Harapannya sih, para pelaku usaha parawisata yang terdampak PPKM leve3 ini, bisa secepatnya memenuhi persyaratan sesuai yang diatas tadi. Tujuannya untuk lebih mempermudah proses realisasi bantuan sosial (Bansos) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar maupun dari pihak Kementrian. Mudah-mudahan, dalam waktu depat bantuan tersebut, sudah terealisasi,” ungkapnya.


Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran dan Promosi Disparpora Kabuaten Cianjur Yani Yuliawati menambahkan agar pelaku usaha parawisata tersebut, dapat segera memenuhi persyaratanya sebagai dokumen validasi data untuk penerimaan bansos bagi pelaku parawisata yang terdampak PPKM ini. “Soalnya, apabila tidak memenuhi sesuai persyaratan-syaratan yang dimintakan tidak mungkin mendapatkan bantuan sosial terdampak PPKM. Untuk itu, kami meminta agar pihak pelaku usaha parawisata ini, dapat memenuhi berbagai persyaratan yang dimintakan dari pihak Kementrian dan Disparbud Provinsi Jabar,” pungkasnya. SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.