Disnaker Bungkam Soal Pembayaran Upah Dibawah UMK Oleh PT Baekang Farm

CARINGIN – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor bungkam terkait dengan dugaan pembayaran upah pegawai yang diduga tidak sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK). Kepala Disnaker Kabupaten Bogor Zaenal Ashari saat dikonfirmasi terkait dengan dugaan tersebut, hingga berta ini diturunkan tidak merespon sama sekali.


Seperti diberitakan sebelumnya, PT. Baekang Farm di Kampung Bepak Desa Tangkil, Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor. Diduga kuat membayar Upah Minimum Kabupaten (UMK) tidak sesuai dengan UMK . Pasalnya dalam struk gaji yang dilaporkan kepada pengawas Disnaker jauh berbeda dengan struk gaji yang diterima karyawan, bahkan kejadian tersebut sudah berlangsung bertahun tahun. Bukan itu saja, pengakuan Manager HRD dan karyawan terkait dengan pembayaran berbeda.


“Gaji dalam struk yang kami terima hanya, 2,5 juta untuk gaji poko, sementara dalam struk gaji yang dilaporkan kepada pengawas Disnaker gaji poko 4,5 juta lebih dan ini sudah berjalan bertahun tahun,” ujar salah exs karyawan yang minta namanya tidak disebutkan kepada Pakar.


Dia menegaskan, semua gaji karyawan tersebut untuk gaji poko tidak sama, berbeda beda, bahkan lanjut dia, semua karyawan tidak berani protes karena sanksinya dipecat.
“Kalau yang karyawan baru ada yang 1,2. Karyawan lama saja itu hanya 2,5 juta, namun karyawan tidak berani protes. Karena beberapa tahun kebelakang ada yang protes juga langsung dipecat,” ungkapnya.


Sementara untuk status karyawan lanjut dia, hingga saat ini  tidak jelasan apakah karyawan tetap atau karyawan karyawan kontrak karena kata dia lagi masuk kerjanya hanya menggunakan KTP..“Memang masuk kerja Cuma menggunakan KTP, tapi keringat kami semua sama jangan karena hanya menggunakan KTP. Terus kami diperlakukan oleh perushaan dibayar semaunya,” tegasnya.


Hal yang sama juga dikatakan salah satu karyawaan lainnya, dia mengeluhkan pembayaran tersebut jauh dari pada UMK bahkan BPJS yang diberikan juga baru beberapa tahun terakhir..“Kami terima BPJS saja BPJS kesehatan bukan BPJS ketenagakerjaan, dan ini baru beberapa tahun. Kalau memang sama dengan yang dilaporkan kepada pemeritah melalui pengawas Disnaker kami tidak masalah, namun kami kaget laporannya jauh dari yang kami terima,” ucapnya minta namanya tidak disebutkan.


Sementara itu Tika salah satu Bagian HRD PT.Baekang Jaya saat diklarifikasi terkait dengan dugaan pemalsuan laporan pembayaran UMK melalui pesan What Up nya mengaku, jika perusahaannya membayar upah sesuai dengan UMR yakni Rp 4,5 juta lebih untuk tahun 2023..“Alhamdulillah pak, kami membayar upah sudah sesuai dengan UMK  terbaru 2023 ya pak Rp. 4.520.212,” akunya dalam pesannya.


Direktur PT. Baekbang Farm  Bang Jina saat ditemui membantah keras, jika perusahaannya membayar upah pegawai tidak sesuai  UMK.
“Apa yang dituduhkan itu tidak benar, kami sudah melakukan kewajiban sesuai dengan aturan, membayar gaji karyawan sesuai dengan aturan pemerintah,  selain itu juga 12 karyawan tetap 12 karyawan kontrak semuanya menandatangai kontrak kerja dan pengangkatan,” akunya.


Bang Jina juga mengaku, pihak perusahaan sudah dekat dengan masyarakat karena yang bekerja warga sekitar. “Yang bekerja itu semua warga disini, dan mereka semua cukup dengan KTP saja, kami tidak masalahkan,” akunya.


Jalal  bagian kepala kandang PT. Baekang Farm mengaku, jika dirinya sudah menjadi karyawan tetap, bahkan mendapatkan surat pengangkatan karyawan. “Kami menerima gaji setiap bulan 4,2 juta sebagai karyawan tetap, dan kami menerima kami sudah lama kerja disini, bahkan kami masuk cukup dengan KTP saja,” akunya.


Dia menegaskan, pihaknya menerima gaji sebesar itu, karena memang sesuai dengan lama kerja dan pendidikan..“Kami menerima pak, karena pendidikan kami rendah, serta perushaan sudah cukup baik karena tidak melihat pendidikan,” ujar Jalal didampingi beberapq rekan kerjanya.


Sementara itu hasil penelusuran Pakar terkait dugaan laporan pembayaran upah tersebut, bukan rahasia umum bagi warga Desa Tangkil Kecamatan Caringin. Pasalnya tak sedikit karyawannya yang dikeluarkan akibat protes soal gaji karyawan yang jauh dari kata layak dan sesai dengan Upah Minimum Kabupaten. UJG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.