Diskoperdagin Cianjur Gelar Gerakan Pangan Murah

Inilah kantor Diskoperdagin Kabupaten Cianjur. Esya | Pakar

CIANJUR – Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian (Diskoperdagin) Kabupaten Cianjur, menggelar gerakan pangan murah, diberbagai lokasi. Upaya tersebut, cukup efektif menahan laju harga, terutama komoditas beras, yang sampai sekarang kondisinya masih stagnan.


Kepala Diskoperdagin Kabupaten Cianjur, Komarudin, mengatakan tujuan dari gerakan pangan murah tersebut, merupakan salah satu upaya menstabilkan harga dan pasokan kebutuhan masyarakat. Terutama harga komoditas beras yang trennya cenderung naik sejak memasuki kemarau.


“Memang kalau beras, harganya belum beranjak di kisaran Rp14 ribu untuk jenis premium dan Rp13 ribu untuk jenis medium. Belum terjadi penaikan lagi. Belum ada perubahan. Mungkin ini dampak dilakukannya pasar-pasar murah,” kata Komarudin, kepada wartawan Kamis (26/10/2023).


Selama ini, kata Komarudin, penyaluran bantuan pangan cadangan beras pemerintah kepada keluarga penerima manfaat (KPM) sangat bermamfaat. Dampaknya, permintaan kebutuhan beras menjadi berkurang, sehingga efeknya bisa menahan laju harga. “Karena permintaan turun, maka harga pun tidak kembali naik. Memang harga belum berangsur normal, tapi setidaknya sekarang tidak cenderung naik,” ujarnya.


Dia mengaku sangat bersyukur beberapa hari terakhir di Kabupaten Cianjur sudah mulai turun hujan. Kondisi itu diyakini akan berdampak terhadap musim tanam dan musim panen. “Naiknya harga beras akhir-akhir ini kan penyebabnya akibat pasokan berkurang sebagai dampak El Nino. Sekarang hujan sudah mulai turun. Mudah-mudahan ada percepatan masa tanam padi, sehingga pasokan akan kembali stabil dan harga pun berangsur turun,” ungkapnya.


Saat ini, kata Komarudin, seperti komoditas yang diwaspadai harganya bakal melonjak yaitu cabai rawit merah. Pasalnya di sejumlah daerah harganya ada yang sudah mencapai Rp80 ribu per kilogram. “Tapi di Cianjur relatif masih stabil. Harga cabai rawit merah di kisaran Rp36 ribu per kilogram,” ucapnya.


Seperti harga cabai rawit merah, kata Komarudin, diwilayah Cianjur cukup relatif stabil hal ini, kemungkinan dipicu dari pasokan yang masih lancar. Terutama pasokan dari para petani di wilayah selatan yang mayoritas banyak menanam komoditas hortikultura, terutama cabai rawit “Saya sudah pantau di selatan, seperti di Naringgul, Cidaun, Sukanagara, dan lainnya. Mungkin produksi cukup banyak karena banyak yang menanam cabai rawit, jadi harga di Cianjur tak terlalu berpengaruh,” pungkasnya. NDI/SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.