Disdikpora Berangkatkan 10 Pelajar SMP Terbaik di Cianjur ke Jepang


CIANJUR – Sungguh luar biasa sebanyak 10 orang pelajar dari berbagai SMP yang ada lingkungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, dikirim ke negara Jepang untuk pertukaran pelajar. Usai melaksanakan studi banding selama 7 hari di Kota Yacimata, mereka kembali ke Cianjur.


Plt Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin mengaku tujuan dari studi banding selama 7 hari ke Kota Yacimata, Negara Jepang tersebut, pada prinsipnya, pertukaran pelajar untuk membentuk karakteristik dunia pendidikan. Artinya, selama di Jepang mereka mempelajari kultur pendidikan yang tentu berbeda dengan di Indonesia.


“Memang pada hari ini (Rabu) kita sedang laksanakan penerimaan kembali anak-anak didik yang telah melaksanakan studi banding dalam rangka pertukaran pelajar antara Pemkab Cianjur dengan pemerintah Yamacita, Jepang,” tegas Ruhli kepada wartawan Rabu (8/11/2023) di gedung Pendopo, Pemkab Cianjur.


Menurutnya, kegiatan pertukaran pelajar itu para siswa SMP di Cianjur bisa mempelajari dan mengetahui pola atau sistem pendidikan di Jepang. Sehingga nanti mereka bisa mengadopsinya untuk diterapkan di Indonesia. “Tentu banyak perbedaan. Ini program yang sangat positif karena bisa meningkatkan indeks pendidikan. Kami di Disdikpora tentu berkeinginan agar program ini berkelanjutan,” katanya.


Hal yang sama diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) SMP Disdikpora Kabupaten Cianjur, Helmi Halimudin. Sebab, kata Helmi momentum pertukaran pelajar harus bisa dimanfaatkan untuk mempelajari berbagai hal yang mungkin tidak ada di dunia pendidikan di Indonesia. Sejauh ini pola pendidikan di Jepang merupakan salah satu yang terbaik di dunia. “Ini tentu akan jadi pembelajaran karakter bagi para pelajar. Selain itu mereka juga bisa belajar budayanya karena momennya bertepatan dengan digelarnya karnaval budaya di Kota Yamacita,” terang Helmi.


Pasalnya, kata Helmi pertukaran pelajar kali ini merupakan gelombang kedua. Pada gelombang pertama, segala pembiayaan ditanggung pemerintah daerah. “Namun, pada gelombang kedua ini pembiayaan ditanggung masing-masing orangtua karena pengalokasian dari APBD tidak bisa dua kali dalam setahun. Jadi, dari hasil seleksi itu, bagi yang mampu, silakan,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu orang tua murid Dendi Kristanto mengaku sangat mengapresiasi program pertukaran pelajar yang diinisiasi Pemkab Cianjur bersama Asosiasi Kolaborasi Internasional Cianjur (Akici) dengan Pemerintah Kota Yamacita. Menurut Dendi, hal itu menjadi pengalaman berharga bagi anaknya, terutama pembentukan karakter karena di Jepang penuh dengan kedisplinan.


“Tentu itu pengalaman yang tak ternilai secara finansial. Misalnya bagaimana mereka disiplin waktu, budaya taat aturan, menghargai orang, kemudian kultur tidak ada sampah, dan lainnya,” pungkasnya. NDI/SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.