Disdik Proses Oknum Guru Pelaku Pencabulan Murid SD di Klapanunggal

Bambang W Tawekal, Kadisdik Kabupaten Bogor. IST

CIBINONG – Oknum guru berinisial W yang terlibat dalam kasus dugaan pencabulan terhadap bocah kelas IV (empat) SD dikabarkan akan segera diproses oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, pada Kamis (1/2/2024).

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Bambang Tawekal bahwa pihaknya akan segera memproses salah seorang oknum guru tersebut.

“Saya sudah terima laporan soal oknum guru ini dan segera kita proses. Kita juga berencana memanggil yang bersangkutan dengan kepala sekolah untuk dimintai keterangan,” katanya kepada PAKAR, pada Kamis 1 Januari 2024.

Lanjut ia mengatakan, jika oknum guru tersebut dinyatakan bersalah setelah terlibat kasus dugaan pencabulan kepada anak berusia 9 tahun atau duduk dibangku IV (empat) SD, maka pihaknya akan memproses secara tegas sesuai aturan yang berlaku.

“Kita lihat dulu apakah yang bersangkutan ini terbukti salah, dan jika status dia aparatur sipil negara (Asn) atau status PPPK maka kita berikan proses secara tegas sesuai aturan yang berlaku, bisa menerima sanksi hingga pemberhentian dan kita lihat dulu kriteria nya seperti apa, apakah ringan atau berat,” jelasnya.

Pemberitaan sebelumnya orang tua korban, Lusi mengatakan bahwa anaknya menjadi korban pelecehan sejak duduk dibangku kelas III sekolah dasar (SD).

“Awalnya anak saya selalu menghindar saat saya bertanya, dan saat anak saya menceritakan semuanya, dia sambil menangis. Dan rupanya oknum guru ini sudah beberapa kali memegang kelamin anaknya dari bagian bawah, depan, ke belakang dan sampai mencium pipi korban,” katanya kepada PAKAR, pada Rabu 31 Januari 2024.

Ia juga menyesalkan adanya kejadian yang menimpa putrinya akibat perlakuan bejat dari oknum guru berinisial W tersebut. “Kondisi anak saya sekarang sangat terganggu kondisi mentalnya akibat perlakuan bejat oknum guru ini. Dan putri saya sampai sekarang selalu murung, sedih dan selalu dihantui ketakutan,” keluhnya.

Meskipun begitu dirinya mengambil langkah dengan melaporkan kejadian yang menimpa putrinya ke Mako Polres Bogor. “Maka dengan ini saya sebagai orang tua korban meminta kepada Polres Bogor untuk menegakkan hukum se adil-adilnya. Karena bagai mana jika kejadian ini dialami oleh anak meraka sendiri,” kesalnya.

Ia juga menuturkan bahwa laporan tersebut telah masuk dalam No Pol : STTLP/B/194/I/2024/SPKT/RES BGR/POLDA JBR. “Kita sudah laporkan masalah ini ke Polres Bogor tentang kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur yang dimaksud pada pasal 82 UU RI No 35 Tahun 2014,” tukasnya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.