Disdik Lemah Pengawasan Akibatkan Rehab SDN Babakan 03 Mangkrak, Pemdes Dayeuh Lapor Komisi IV

Begini kondisi mangkraknya SDN Babakan 03. Age | Pakar

CILEUNGSI – Pemerintah Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor naik pitam gegara proyek rehabilitasi ruang kelas SDN Babakan 03 yang dikerjakan oleh penyedia jasa CV Agung Rizky senilai Rp 685.844.800,00 sampai saat ini tak kunjung selesai alias mangkrak. Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor juga dinilai lemah dalam pengawasannya, sehingga proyek tersebut mangkrak.

Sekretaris Desa Dayeuh, H. Nazmudin mengatakan kalau proyek rehabilitasi ruang kelas SDN Babakan 03 senilai Rp 685 juta lebih tersebut yang telah berjalan sejak 2022 kemarin rupanya belum juga selesai.

“Proyek rehab ruang kelas SDN Babakan 03 ini belum selesai dan sudah habis waktu kontrak. Kesian anak-anak mas, pasti proses belajar mengajar agak terganggu,” katanya kepada PAKAR.

Bukan hanya itu dirinya juga telah melaporkan kepada Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor untuk menyikapi permasalahan tersebut guna ditindak lanjuti.

“Saya dari Pemerintah Desa sudah melaporkan ke Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Muad Khalim kalau proyek rehab di SDN Babakan 03 belum selesai sampai sekarang,” jelasnya.

Sebelumnya salah satu guru SDN Babakan 03 Dayeuh, Eneng bahwa pekerjaan rehabilitasi ruang kelas tersebut telah berjalan sejak bulan November 2022 kemarin.

“Awal berjalan proyek ini bulan November 2022 tapi sampai sekarang pekerjaannya tak kunjung selesai. Jadi membuat belajar mengajar disini cukup terganggu juga,” kesalnya.

Bukan hanya itu dirinya juga mengeluhkan setiap mata pelajaran, pihaknya harus secara bergantian mengajar dengan kelas lainnya karena minimnya ruang kelas di SDN Babakan 03 Dayeuh.

“Jadi setiap satu jam sekali kita harus bergantian dengan kelas lain, karena yah minimnya ruang kelas salah satunya. Dan cukup terganggu juga karena waktu yang sangat singkat ini mas,” keluhnya.

Bukan cuma itu dirinya berharap kalau pekerjaan rehabilitasi ruang kelas tersebut selesai dengan tepat waktu agar memudahkan kegiatan belajar mengajar pada siswa SDN Babakan 03.

“Yah pengennya selesai tepat waktu, kalau ga selesai bulan ini terus gimana mas. Kesian anak-anak dan guru-guru disini dikarenakan adanya kekurangan kelas,” ucapnya.

Sementara itu salah satu pekerja, Paton mengaku kalau dirinya berdama rekan-rekannya baru mengerjakan proyek rehabilitasi ruang kelas tersebut sejak tiga hari lalu.

“Kita baru mas disini, baru tiga hari. Karena pekerja yang sebelumnya diganti sama kita, yah lumayan banyak juga ni pekerjaan, mungkin kita membutuhkan satu bulan lebih agar proyek rehab tiga ruang kelas dan satu kantor guru selesai,” jelasnya.

Dirinya menyebut kalau pekerjaan proyek rehabilitasi ruang kelas SDN Babakan 03 baru mencapai 70 progres. “Baru 70 persenan lah mas, tinggal finishing aja seperti pemasangan keramik, dan lain-lainnya. Dan kita juga butuh tiga orang pekerja lagi, karena sekarang kita baru ada delapan pekerja dan itu pun masih kurang,” tandasnya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.