Disdik Akui 129 Kepsek di Bogor Disinyalir Terlibat Penyelewengan Anggaran ATK Dana Bos

Bambang Tawekal, Kepala Disdik Kabupaten Bogor. Age | Pakar

CIBINONG – Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor mengakui ada ratusan kepala sekolah jenjang SD hingga SMP melakukan penyelewengan anggaran ATK (alat tulis kantor) dana Bos (bantuan operasional sekolah).

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Bambang Tawekal bahwa berdasarkan dari laporan BPK (Badan Pemeriksaan Keuangan) ada indikasi kerugian negara yang bersumber dari dana Bos.

“Banyak atk dari sipla yang diantaranya saat melakukan audit ada hal yang tidak sesuai, sehingga itu menjadi kerugian negara dan saat ini sedang dihitung oleh BPK dan sedang dalam penanganan Inspektorat,” katanya kepada PAKAR.

Meskipun begitu dirinya mengaku belum mengetahui berapa jumlah kerugian negara yang disinyalir dilakukan oleh 129 kepala sekolah jenjang SD dan SMK di Kabupaten Bogor itu.

“Ada dokumen yang tadi disampaikan, soalnya dalam pemeriksaan itu berarti tidak bisa menyampaikan dokumen. Nah ini sedang kita lakukan investigasi lagi bersama Inspektorat dan untuk nilainya kita tidak tau karena masih dalam penangan Apip atau Inspektorat,” jelasnya.

Inspektorat Mulai Periksa 129 Kepsek SD dan SMP Soal Kasus Penyelewengan Dana Bos ATK

Senada dikatakan Kepala Inspektorat Kabupaten Bogor, Sigit Wibowo bahwa awalnya kasus itu setelah adanya temuan BPK soal maladminiatrasi dana bos.

“Itu salah satu rekom yang dimunculkan oleh BPK dan sekarang sedang ditindak lanjuti Inspektorat karena terindikasi adanya mark up maladminiatrasi pembelanjaan dana bos tentang atk yang disinyalir sebanyak 129 guru,” katanya kepada PAKAR.

Ia menyebut bahwa 129 kepala sekolah tersebut terdiri dari jenjang SD dan SMP yang ada di Kabupaten Bogor yang sedang diperiksa oleh Inspektroat soal kasus penyelewengan dana Bos.

“Nah sekarang inspektorat/apip sendiri sedang menindak lanjuti temuan dari bpk. Ada
129 sample sekolah antara SD dan SMP, nah ini sedang ditindak lanjuti karena memang ada pengadaan belanja mekanisme sendiri di Dinas Pendidikan itu,” ungkapnya.

Ia mengaku belum dapat menyimpulkan berapa nilai dana bos yang diselewengkan oleh ratusan kepala sekolah tersebut.

“Kita belum bisa menyimpulkan berapa nilai penyelewengan itu karena sekarang masih dalam investigasi dan kalimat pungli itu salah satunya apakah ada kolaborasi atau tidak makanya ini harus ada diselidiki lebih lanjut lagi dan kita juga ingin tau sejauh mana keterlibatan kepala sekolah ini dalam kasus ini,” imbuhnya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.