Dinkes Kabupaten Bogor Ajukan Penambahan Vaksin Covid-19

CIBINONG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, mengajukan penambahan sekitar 5.000 Vaksin Covid-19. Penambahan dilakukan untuk menutup kebutuhan vaksinasi bagi para tenaga kesehatan (nakes).

“Sebelumnya jumlah vaksin yang akan didapatkan Kabupaten Bogor itu sebanyak 10.185 vaksin. Kita ajukan penambahan jadi sekitar 15.980 vaksin,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian (P2P) Dinkes Kabupaten Bogor, Dedi Syarif, Minggu (17/1/2021).

Menurutnya, penambahan tersebut disebabkan masih banyak tenaga kesehatan yang belum terdata dalam program Vaksinasi Covid-19. Padahal, nakes sendiri merupakan profesi untuk mendapatkan vaksin.

“Karena kemarin belum semua terupdate
data nakes, terutama dari faskes (fasilitas kesehatan) swasta. Maka dari itu kami ajukan penambahan,” kata Dedi.

Namun begitu, dia mengaku belum mendapatkan kabar pasti apakah pengajuan penambahan itu dikabulkan Pemerintah Pusat atau tidak. Sebab, kedatangan Vaksin Covid-19 ke Kabupaten Bogor pun mundur dari Januari.

“Kami dapatkan update terbaru, karena
informasinya dinamis ya. Jadi ada perubahan kedatangan vaksin. Kemungkinan di undur di Februari,” ungkap Dedi.

Dia mengaku tidak mengetahui pasti apa alasan Pemerintah Pusat menunda pengiriman Vaksin Covid-19 ke Kabupaten Bogor.

“Belum tahu ya kenapa. Itu ranahnya pusat,” kata Dedi.

Namun begitu, Dedi menilai ada sisi baik daripada mundurnya kedatangan Vaksin Covid-19 ke Kabupaten Bogor ini.

Kata dia, Pemkab Bogor memiliki waktu yang cukup banyak untuk mematangkan persiapan pelaksanaan Vaksinasi Covid-19.

Dedi mengaku jika saat ini pihaknya sedang melakukan assessment terhadap 121 fasilitas pelayanan kesehatan, yang bakal menjadi lokasi pendistribusian vaksin covid-19.

“Jadi sambil menunggu (vaksin-red), kami cek kesiapan 121 fasilitas pelayanan kesehatan yang ada dulu,” katanya.

121 fasilitas pelayanan kesehatan tersebut, yakni 101 puskesmas, empat RSUD, tujuh rumah sakit swasta, tujuh klinik swasta dan milik polri, Rumah Sakit Paru dan Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) Dr M Hassan Toto.

Dalam assessment tersebut, Dedi mengatakan jika pihaknya juga memberikan pelatihan kepada 121 tenaga medis, yang bertugas sebagai vaksinator pada vaksinasi covid-19 nanti.

“Secara umum petugas vaksinator sudah siap dan sudah kami latih. Ada 121 vaksinator yang kami latih dan semuanya sudah siap. Suntik vaksin tidak berbeda jauh dengan suntik vaksin pada umumnya,” jelas Dedi. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.