Dinilai Berhala, MUI Kecamatan Patung Ratu Majapahit di Pakis Hills Cisarua

CIBINONG – Pembangunan Ratu Majapahit dikawasan Wisata Pakis Hills dikecam banyak pihak, salah satunya Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor karena dinilai sebagai berhala.

Hal itu disampaikan oleh Ketua MUI Kabupaten Bogor KH. Ahmad Mukri Aji bahwa seharusnya pihak pengembang menuruti kehendak masyarakat apa lagi pembangunan patung ratu Majapahit tersebut menuai kontroversi penolakan.

“Seharusnya pengembang itu mengikuti masyarakat yang menghendaki, jangan kita malah menentang masyarakat. Apa lagi pembangunan patung ini sempat ditolak,” katanya kepada PAKAR, pada Selasa 23 April 2024.

Ia juga menegaskan bahwa baik dirinya sebagai pribadi maupun sebagai MUI Kabupaten Bogor jelas menolak dan tidak mengizinkan patung ratu Majapahit tersebut dibangun. “Pokoknya kita MUI akan terus kompak dan saya ga mengizinkan pembangunan patung ratu Majapahit,” tegasnya.

Pemberitaan sebelumnya Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Agus Salim secara terang terangan menolak pembangunan patung ratu Majapahit dikawasan wisata Pakis Hills, Cisarua.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menilai pembangunan patung sangat tidak anjurkan dibentuk di Kabupaten Bogor karena Bogor sangat diidentik dengan Bumi Tegar Beriman yang menggambarkan perilaku masyarakat kokoh dan beri-iman.

“Jujur saja saya secara pribadi kurang sepakat pembangunan patung, kalau tujuan pembangunan patung itu untuk menjaga sejarah. Masih banyak sejarah di Kabupaten Bogor yang sangat perlu dijaga dan dilestarikan,” katanya kepada PAKAR, pada Minggu 21 April 2024.

Ia juga menuturkan apa lagi hal itu menuai kontroversi, sehingga dapat menunda atau membatalkan pembangunan patung ratu Majapahit tersebut.

“Patung itu kan sudah menuai kontroversi dan seharusnya pihak swasta mengajak masyarakat untuk duduk bareng. Tujuannya untuk menghindari hal yang merugikan, apa lagi masyarakat kita merupakan masyarakat yang religius,” ungkapnya.

Meskipun menurutnya pembangunan patung Majapahit tersebut bertujuan untuk mengenang sejarah, tetapi jika menuai kontroversi maka harus dihentikan.

“Pembangunan pating inikan menuai kontroversi dan masyarakat juga memiliki alasan mengapa melakukan penolakan. Dan jika tujuannya untuk menjaga sejarah. Pastinya masih banyak alternatif lain di Kabupaten Bogor ini yang perlu dijaga dan dilestarikan, maka dari itu saya harap dihentikan sementara sampai tidak lagi memicu konflik ditengah masyarakat,” tukasnya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.