Dinas Dapat Warning, Serapan Anggaran Baru 70 Persenan Pada Pekan Ketiga Desember

Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan. (Prayoga | Pakar)

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, hanya memiliki waktu sekitar dua pekan untuk memaksimalkan serapan anggaran tahun 2022. Hingga saat ini, tercatat serapan tersebut masih berada di angka 73 persen.

Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengaku sudah memberikan peringatan kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memiliki anggaran besar.

Seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Kesehatan (Dinkes).

“Jangan sampai terlalu banyak sisa anggaran. Saya sudah peringatkan dinas-dinas yang mempunyai anggaran besar,” cetus Iwan, Kamis (15/12/2022).

Sementara, salah satu serapan anggaran yang disorot adalah Disdik Kabupaten Bogor. Dengan 469 kegiatan rehabilitasi dari tingkat SD maupun SMP, serapan anggaran di dinas ini dikabarkan baru mencapai 70 persen.

Kadisdik Kabupaten Bogor, Juanda Dimansyah tak menampik hal tersebut. Dia mengaku sudah mewanti-wanti para penyedia jasa yang mengerjakan proyek fisik di Disdik Kabupaten Bogor untuk segera menyelesaikan pekerjaan, maksimal hingga 25 Desember 2022.

“Kami punta target maksimal 25 Desember sudah beres. Pengerjaan dimaksimalkan, walaupun progresnya baru 65-70 persen. Masih ada waktu,” kata Juanda

Untuk mengejar waktu tersebut, Disdik Kabupaten Bogor pun diakuinya telah meminta penyedia jasa untuk bekerja 24 jam nonstop. Termasuk dengan menambah jumlah pegawainya sesuai dengan aturan yang ada.

“Kalau pengerjaannya siang malam, 24 jam pastinya akan target bisa terkejar. Yang jelas kalau tidak selesai tepat waktu, nantinya akan ada pertambahan waktu dan pihak ketiga akan diberikan denda puluhan juta,” tegas Juanda.

Sementara, berdasarkan catatan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serapan anggaran keseluruhan di Kabupaten Bogor baru mencapai 73 persen atau sekitar Rp7,2 triliun dari total APBD sebesar Rp9,85 triliun.

Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor, Achmad Wildan mengatakan, serapan anggaran tersebut hingga saat ini masih terus berjalan.

“Yang sudah kita realisasikan itu Rp7,2 triliun atau 73,3 persen, sisanya sebesar Rp2,6 triliun masih berjalan. Karena masih banyak pengerjaan yang masih dalam proses jadi serapan belum maksimal, “kata Wildan.

Saat ini, BPKAD terus mengenjot belanja modal terutama gedung dan bangunan. Sebab, serapannya masih dikisaran 40 persen.

“Belanja modal terutama di gedung dan jalan, biasanya uang termin terakhir, dan biasa nya kontraknya tanggal 25 Desember,” terang Wildan.

Dia pun memastikan jika serapan anggaran akan terus meningkat di pertengahan hingga akhir tahun nanti. Sebab, rata-rata penyedia jasa mulai melakukan penagihan.

“Biasanya mereka di pertengahan akhir tahun akan nagih, jadi pasti ada peningkatan kalau 100 persen sih engga, paling sama seperti kisaran tahun lalu 95 persen yang terserap,” jelasnya. =MAM/AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.