Dimulai, Pembangunan Tempat Penampungan Sementara Terhambat Aktivitas di Pasar Leuwiliang

Proses pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Leuwiliang, Kabupaten Bogor pasca kebakaran beberapa waktu lalu. (Khaerul Umam | Pakar)

LEUWILIANG – Proses pembangunan tempat penampungan sementara (TPS) untuk para pedagang Pasar Leuwiliang yang terdampak kebakaran, sudah mulai berjalan.

Namun, dari pantauan di lapangan, pekerjaan tersebut nampak sedikit terganggu karena adanya aktivitas masyarakat pedagang dan pembeli di pasar yang terbakar pada 27 September lalu itu.

Kepala Tukang Pekerja TPS Pasar Leuwiliang, Nardi mengakui hal tersebut. Menurutnya, pekerjaan yang telah dimulai pada 23 Oktober lalu itu sedikit terkendala karena aktivitas di pasar tersebut.

“Kendalanya dari lalu lalang pedagang sama pembeli ya. Terus di lokasi, di pelataran pasar saat pengecoran dilakukan, itu sepeda motor pada masuk, bahkan sudah ada yang menginjak. Itu jadi kendala,” kata Nardi kepada wartawan, Senin (6/11/2023).

Ada sekitar 20 pekerja yang mengerjakan pembangunan di pelataran pasar ini. Nardi juga mengaku setiap kendala yang dihadapi itu selalu dilaporkan. Apalagi pihaknya ditarget untuk menyelesaikan pekerjaan itu secepatnya,

“Setiap kendala kami sampaikan kepada pendamping pasar. hambatan terjadi sejak mulai pertama bekerja karena pasar ini beroperasi 24 jam,” jelasnya.

Diketahui, pada pembangunan TPS ini ada sebanyak 1.033 lapak pedagang yang akan dibangun. Tempat tersebut dibangun dengan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Kabupaten Bogor sekitar Rp4,4 miliar.

“Besar anggarannya sekitar Rp 4,4 miliar untuk 1.033 lapak tersebut,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin belum lama ini.

Sementara, Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga, Harris Setiawan menjelaskan bahwa lokasi TPS Pasar Leuwiliang berada di Jalan Lingkar yang ada di dalam Pasar Leuwiliang. Dia meyakini lokasi tersebut merupakan tempat terbaik untuk menampung sementara para pedagang.

“Lokasi TPS Pasar Leuwiliang berada di Jalan Lingkar yang ada dalam pasar saat ini (area parkir),” jelas Haris Setiawan.

Berdasarkan kesepakatan bersama para pedagang, kata dia, lapak tersebut paling lambat harus selesai pada 15 November 2023.

“Ya mudah-mudahan secepatnya bisa selesai dan para pedagang bisa kembali beraktivitas dengan normal,” tandasnya.

Sekedar informasi, dari peristiwa kebakaran hebat di Pasar Leuwiliang pada 27 September 2023 malam itu sebanyak 550 kios, 580 los, auning 450 lokal dan PKL 35 lokal yang hangus. =MAM/JEF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.