Dikeluarkan Dari Aglomerasi, Pemkab Harap Bantuan Daerah Lain

Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan. Khaerul Umam | Pakar

CIBINONG – Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan angkat bicara mengenai dikeluarkannya Kabupaten Bogor dari wilayah aglomerasi Jabodetabek oleh pemerintah pusat.

Iwan menilai apa yang dilakukan pusat bukan lah suatu solusi yang baik. Seharusnya, kata dia, berbagai pihak membantu Kabupaten Bogor agar kebijakan diturunkannya PPKM dari tiga ke dua juga bisa diterapkan di wilayah Bumi Tegar Beriman.

“Harusnya jangan dikeluarkan (dari aglomerasi), tapi bantu kami, seperti dari segi pasokan vaksin, tenaga kesehatan dan lainnya. Kalau daerah yang sudah level dua, harusnya diarahkan untuk membantu kami agar vaksinasi bisa digenjot,” ungkap Iwan, Rabu (20/10/2021).

Kabupaten Bogor dianggap menjadi penghambat daerah lain untuk menerapkan PPKM Level Dua karena capaian vaksinasinya yang masih rendah.

Berdasarkan data, hingga Senin 18 Oktober 2021, perkembangan vaksinasi di Kabupaten Bogor baru 35,39 persen atau 2,99 juta dosis, sehingga Pemkab Bogor harus menyuntikkan 5,5 juta dosis vaksin untuk mencapai target 70 persen jumlah penduduk, yakni 8,5 juta dosis vaksin (dosis pertama dan kedua atau lengkap).

Menurut Iwan, kondisi geografis dan sosial masyarakat di Kabupaten Bogor, tidak bisa disamakan dengan daerah perkotaan. Terlebih, dengan luas wilayah terdiri dari 40 kecamatan dan populasi penduduk hampir enam juta jiwa, butuh tenaga dan waktu ekstra untuk menyamai daerah lain dalam capaian vaksinasi.

“Ya, kalau kami harus menyelesaikan sendiri, sih, tidak apa-apa. Tapi, ingat dong saat dulu kami zona oranye dan DKI Jakarta zona merah, kami ikut jadi merah karena aglomerasi. Tapi, saat daerah aglomerasi lain sudah level dua dan masih masih tertahan di level tiga, kenapa jadi kami ditinggal,” cetus Iwan.

Dia mengakui jika Sumber Daya Manusia (SDM) dalam bidang kesehatan di Kabupaten Bogor masih sangat kurang. Maka dia sangat berharap bantuan dari daerah lain untuk melangsungkan vaksinasi agar semakin masif.

“Kami juga mau level dua agar pemulihan ekonomi juga lebih cepat. Jangan juga melihat dari prosentase. Jika bicara jumlah penduduk yang sudah divaksinasi, Kabupaten Bogor sudah di atas dua juta jiwa,” tuturnya.

Sebelumnya diketahui, Wakil Ketua Komite Pengendalian COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Luhut Binsar Panjaitan menuturkan sebagaimana persetujuan Presiden Jokowi, syarat vaksinasi kabupaten/kota di aglomerasi diubah berdasarkan pencapaian kabupaten/kota itu sendiri, selama keseluruhan aglomerasi sudah memenuhi syarat WHO untuk turun level PPKM.

Hal itu dikarenakan sebagian besar kabupaten kota di wilayah Jabodetabek yang seharusnya bisa turun ke level 2 tidak bisa turun level karena cakupan vaksinasi di Kabupaten Bogor dan Tangerang belum mencapai target.

“Tadi Presiden memberikan arahan untuk tidak menahan terus kabupaten yang lain, maka Bogor dan Tangerang dikeluarkan dari Jabodetabek (untuk penilaian turun level),” kata Menko Luhut saat konferensi pers secara virtual, Senin (18/10/2021). =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.