Golkar Bertemu Gerindra, Wanhay Beri Sinyal Maju di Pilkada Bogor

Ketua DPD Golkar Kabupaten Bogor, Wawan Hikal Kurdi (kanan) dan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bogor, Iwan Setiawan bertemu dan membahas kemungkinan koalisi di Pilkada Kabupaten Bogor. (Khaerul Umam | Pakar)

CIBINONG – Partai Golkar menjadi salah kandidat terkuat yang akan memajukan kadernya pada pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Bogor.

Berbekal kader pengalaman, Golkar pun mulai melakukan safari politik dengan mengunjungi sejumlah partai di Kabupaten Bogor. Teranyar, pada Jumat kemarin, partai berlambang pohon beringin itu mendatangi kantor DPC Gerindra.

Kedatangannya tersebut diklaim sebagai bentuk silaturahmi dan juga arahan dari pusat akan pembangunan koalisi yang harus linear di tataran atas yang telah dilakukan dalam memenangkan pasangan Prabowo-Gibran pada Pilpres bernama Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Namun, dalam agenda safari politik tersebut, Golkar Kabupaten Bogor nyatanya tidak hanya menyodorkan nama Jaro Ade sebagai Bakal Calon Bupati (Bacabup) Bogor namun juga Ketua DPD Golkar, yakni Wawan Hikal Kurdi alias Wanhay.

Meski masih malu-malu, Wanhay tak menutup diri jika dia bersedia untuk menjadi peserta Pilkada. Hal itu pun terungkap saat dirinya bertemu dengan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bogor, Iwan Setiawan.

Saat disinggung soal kemungkinan dirinya maju dengan Iwan di Pilkada Kabupaten Bogor, Wanhay dengan pedenya bahwa semua akan selesai jika itu terjadi.

“(Kalau Pak Iwan dengan ketua yang cocok, gimana?) Itu insyaallah selesai,” kata Wanhay kepada wartawan.

Dengan sikapnya itu, potensi Wanhay untuk menggeser nama Jaro Ade pada kontestasi Pilkada Kabupaten Bogor pun terbuka.

Namun, Wanhay enggan lebih jauh menanggapi itu. Dia mengatakan bahwa safari politik yang dilakukan Golkar adalah atas arahan dari pusat.

“Sesuai arahan dari pusat, kami lakukan silaturahmi ini sebagaimana yang telah terbentuk yakni koalisi Indonesia maju,” jelasnya.

Sementara, Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bogor, Iwan Setiawan menyebut bahwa kemungkinan koalisi antara Gerindra-Golkar bisa saja terjadi. Terlebih hal itu juga menjadi perintah dari pusat.

Pun mengenai siapa sosok yang akan dimajukan pada Pilkada, Iwan menyebut hal itu juga diputuskan oleh pusat.

“Tergantung koalisi, kalau misal contoh, koalisi sepakat Gerindra dengan Golkar. Golkar inginnya siapa, ya ngikutin, begitu Gerindra ya harus ngikutin,” kata Iwan.

“Jadi gak bisa, menurut saya yang namanya rekom itu tidak satu, saya misal direkomendasikan untuk calon Bupati, itu tidak sah. Rekom itu sahnya adalah pasangan, paket,” lanjut dia.

Sehingga, komunikasi politik lintas partai itu dinilai akan memperkuat cocok atau tidaknya koalisi Pilkada Kabupaten Bogor.

“Jadi kalau bicara rekom harus dibangun seperti sekarang ini, kalau sekarang udah cocok, ga bisa diganggu gugat dan sudah yakin bakal menang karena berbagai faktor,” papar dia.

“Jadi rekom itu harus sama, Golkar harus sama dengan Gerindra, ga boleh disilang,” lanjutnya menegaskan. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.