Diikuti 260 Siswa Tingkat SMP, Kemenpora Jaring Atlet Muda Potensial

Para Siswa SMP tengah mengikuti tes Pemandu Bakat Cabang Olahraga yang dilakukan Deputi Pembibitan dan Iptek Olahraga, pada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), di area parkir VIP Stadion Pakansari-Cibinong, Kamis (11/8/2022). (Abriadi | Pakar)

CIBINONG – Sebanyak 260 orang siswa dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengikuti kegiatan Pemanduan Bakat Cabang Olahraga yang dilakukan Deputi Pembibitan dan Iptek Olahraga, pada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), di area parkir VIP Stadion Pakansari-Cibinong, Kamis (11/8/2022).

Kegiatan pemanduan bakat ini, merupakan Implementasi dari Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Apalagi Jawa Barat termasuk salah satu lokasi 11 Sentra DBON yang sudah dimulai sejak bulan Juli 2022 lalu untuk Sentar DBON ini. Hal itu dikatakan Kasubid Bidang Pengembangan Bakat Kemenpora, Wahyuningsih.

“Kita berharap, melalui pemanduan bakat ini, ada beberapa atlet yang bisa masuk dalam Sentra DBON. Apalagi amanah dari Pimpinan kami, untuk pemanduan bakat dan semua kegiataj di Kemenpora itu harus mendukung program DBON,” ujar Wahyuningsih

Ningsih menjelaskan, kenapa Kemenpora melalui Deputi Pembibitan dan Iptek Olahraga memilih Kabupaten Bogor untuk pemanduan bakat. Karena Kabupaten Bogor termasuk salah satu daerah yang pembinaan atletnya sangat bagus, dan kontinyu melalukan pembinaan atlet dari usia dini. Jadi, dengan dasar itu Deputi Pembibitan dan Iptek Olahraga melakukan pemanduan di Kabupaten Bogor.

“Kabupaten Bogor, merupakan daerah kedua yang kita kunjungi untuk Pemanduan
Bakat Cabang Olahraga. Pertama kami lakukan di Nias. Apalagi Kabupaten Bogor termasuk daerah pemasok atlet untuk Timnas Indonesia. Oleh sebab itu kita pilih Kabupaten Bogor,” kata Ningsih menjelaskan.

Selain itu sambung Ningsih, Kabupaten Bogor termasuk salah satu daerah dari Kabupaten/Kota di Indonesia yang berani mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Karena rata-rata yang ikut Kejurnas itu Provinsi, tapi berbeda dengan Kabupaten Bogor.

“Jadi kami pikir pembinaan olahraga di Kabupaten Bogos sangat luar biasa, dan kontinyu dalam melakukan pembinaan terhadap atlet mulai dari usia dini,” paparnya.

Masih kata Ningsih, dalam pemanduan bakat kali ini, ada sepuluh tahap pemanduan yang harus diikuti atlet, yang Pengukuran Tinggi Badan, Tinggi Duduk, Barat Badan, Rentang Kedua Lengan, Lempar Tangkap Bola Tenis, Lempar Bola Basket, Loncat Tegak, Lari Kelincahan, Lari Cepat 40 Meter, dan Lari Multi Tahap.

“Adapun bakat-bakat atlet yang kami temukan dalam pemanduan ini, datanya akan kami serahkan kepada Pemerintah Daerah setempat untuk ditindaklanjuti pembinaannya. Karena kami sifatnya hanya membantu mencari bibit-bibit andal sesuai dengan kriteria masing-masing atlet,” kata Ningsih.

Sementara Kepala Unit Pelaksan Teknis (UPT) PPOPM Kabupaten Bogor, Bedsy Alwin Rumate mengaku, jika kegiatan Pemanduan Bakat yang dilakukan Kemenpora kepada para pelajar SMP ini sangat bagus. Karena hasil dari kegiatan tersebut, tentunya akan menjadi data base bagi PPOPM Kabupaten Bogor kedepan jika ada seleksi atlet di PPOPM.

“Kita harapkan, setelah siswa-siswi mengikuti program ini, para atlet bisa termotivasi untuk lebih giat berlatih. Apalagi program Kemenpora itu sangat baik, dalam membantu daerah dalam mencari calon-calon atlet potensial,” kata Alwin. =ADI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.