Diduga Sungai di Desa Lemah Duhur Tercemar Limbah, Puskesmas Ambil Sampel Air Untuk Uji Laboratorium

Petugas Puskesmas sedang melihat kondisi sungai dan mengambil air untuk sampe diperiksa di laboratorium. Ujang | Pakar

CARINGIN – Adanya dugaan kali yang terdampak pembuangan limbah, di kampung tajur Rt 02 rw 007, Desa lemah duhur Kecamatan Caringin. Membuat puskemas dan pihak kecamatan, melakukan pengecekan lapangan, kepada warga di desa yakni  Desa Lemah Duhur dan desa Pasir Muncang.
Tim dari Kecamatan Caringin yang Dipimpin Kasi trantibum, kasi Pendidikan dan Kesehatan Nur Mutiarawati,  perwakilan Puskesmas, daan pihak desa langsung mendatangi warga didiga terdampak, dan melihat kali yang menimbulkan bau menyengat.


Tiah (55) salah seorang warga mengaku, setiap sore dan pagi hari, muncul bau menyengat.
“Kalau sore dan pagi hari, bau menyengat muncul. Bau amis yang luar biasa,” kata Tiah kepada Pakar.


Sementara itu Bibin warga yang tersrang oehyait gatel mengaku, jika ongaitnya sudah lama diderita. Namun bru baru  ini muncul  gatel. “Ya memang gatel gatel, dan cucu saya dua irang juga gatel gatel,” ucapnya.


Dr Nurul, perwakilan Puskesmas mengatakan, untuk warga yang gatel belum bisa dupastikan akibat dari dampak air kali karena warga tidak menggunakannya. “Penyebabnya apa kami belum bisa memastikan, kami akan membawa sample air untuk dilakukan tes laboratorium, karena kalau dari bau amis tidak terlalu bahaya,” katanya.


Sarah Hendayani bagian managemen pihak PT. Darma Mulya Makmur saat ditemui mengatakan, pihaknya hanya memnuang limbah cair hasil dari pencucian ikan, sementara limbah padat dimanfaatkan warga untuk pakan ikan ternak lele. “Kalau limbah padat, seperti isi perut dan lainnya kami berikan kepada warga yang ternak lele. Nah, yang kami buang limbah cair yang sudaj difilter,” ungkapnya.


Sarah membantah, jika perushaan tempatnya bekerja menjadi penyebab masyarakat menderita gatal dan munculnya bau menyengat. “Perusahaan disini banyak, bukan kami saja, harus dibuktikan dari mana asalnya. Karena ada beberapa perushaan lain wilayah ini,” tegasnya.


Alek perwakilan perushaan juga menegaskan, jika banya perushaan lain, haris di usut dari mana sumber yang mengakibatkan penyakit tersebut. “Di Desa 1Pasir muncang. PT. Dalrma Mulya Makmur, Produksi ikan Pilet. Pt. Jarum pabrik minuman.  PT. HongCuan produksi Botol, PT. Mega produksi obat dan PT. Futamy. Semuanya harus diperiksa darimana asal bau dan limbah itu,” pungkasnya. UJG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.