Dianggap Rawan Bencana, Akademisi Ini Minta Pemkab Buat Kajian Mitigasi Bencana di Luar Amdal Sebelum Membangun

Kepala pusat studi bencana IPB, Doni Alyosri. IST

CIBINONG – Wilayah Kabupaten Bogor yang dikelilingi pegunungan memiliki tingkat kerawanan terjadinya bencana, dari mulai bencana longsor, banjir hingga pergerakan tanah.

Kepala pusat studi bencana Institut Pertanian Bogor (IPB), Doni Alyosri mengatakan, berdasarkan kondisi geografis, geologis, hidrologis, dan demografis wilayah Kabupaten Bogor memiliki potensi bencana cukup tinggi.

Letak geografis Kabupaten Bogor sebagian besar berupa dataran tinggi, perbukitan dan pegunungan serta memiliki curah hujan tinggi dan dialiri 6 Daerah Aliran Sungai (DAS) sehingga mengindikasikan sebagai daerah rawan bencana terutama tanah longsor, angin puting beliung dan banjir.

“Maka tak jarang bencana terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor, dari mulai longsor, banjir, pergerakan tanah hingga angin puting beliung, ini karena geografis Bogor sangat rawan bencana,” ujar Doni Alyosri kepada wartawan, Sabtu (1/7/2023).

Lanjut dia, dari hasil kajian ke beberapa wilayah yang rawan bencana, ia melihat banyak faktor yang menyebabkan sejumlah wilayah mengalami kerawanan bencana tinggi.

Faktornya dari mulai masipnya pembangunan yang tidak terkendali, dan banyak lahan beralih fungsi. “Banyak lahan dibangun tidak sesuai peruntukan,” ucapnya.

Untuk itu, ia meminta pemerintah daerah untuk memperketat aturan pembangunan, terutama di lahan-lahan yang fungsinya menjadi resapan.

“Jadi saat ada pembangunan harus dibuat kajian mitigasi bencananya juga, jadi tidak hanya Amdal saja,” terangnya.

Dengan membuat kajian mitigasi bencana, kata dia, potensi bencana akan lebih kecil.

“Tapi yang saya lihat pemerintah ini hanya mengkaji amdalnya saja, tanpa kajian lebih dalam keterkaitan dengan potensi bencana,” ungkapnya.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat untuk waspada di tengah cuaca yang tidak menentu.

Kepala bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bogor, Agus Suyatna mengatakan, di wilayah Bogor ini memang unik dimana musim kemarau akan tetapi masih terjadi hujan lebat.

“Kan fenomenal di kabupaten Bogor ini tapi masuk musim kemarau dan bahkan ada kekeringan tapi masih diguyur hujan dengan intensitas tinggi,” ujar Agus Suyatna kepada wartawan belum lama ini.

Untuk itu, ia meminta kepada masyarakat Kabupaten Bogor agar mewaspadai cuaca saat ini yang terjadi.

“Jika cuaca sedang hujan dengan intensitas tinggi sebaiknya hindari tebingan, atau sungai,” tandasnya. =YUS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.