Di Cianjur, 11 Perempuan dan Satu Wanita Jadi-jadian Dijual ke Turis Timteng

0
165
EKSPOSE : Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto didampingi Dandim 0608 Cianjur Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani, saat melakukan ekspose terungkapnya kasus perdagangan manusia, Sabtu (28/12/2019). FOTO : ENDI SANUSI

CIANJUR – Polres Cianjur, Jawa Barat, kembali membongkar praktik perdagangan orang atau human trafficking di kawasan Villa Kota Bunga, Desa Sukanagalih, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. Empat orang mucikari ditetapkan sebagai pelaku.

Keempat muncikari masing-masing berinisial FN alias Bunda Fanny, Adt, Ds alias Deos dan Kus alias Jewer.

Selain pelaku, petugas juga mengamankan sebanyak 11 orang perempuan dan seorang wanita jadi-jadian yang dijajakan sebagai ‘Lady Boy’ oleh para pelaku.

“Mereka melakukan eksploitasi seksual kepada para korbannya, dijajakan kepada para warga negara asing berkebangsaan Timur Tengah (Timteng) di kawasan Villa Kota Bunga, Desa Sukanagalih, Kecamatan Pacet,” kata Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto didampingi Dandim 0608 Cianjur Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani, Sabtu (28/12/2019).

DIAMANKAN : Inilah para perempuan yang berhasil diamankan Polres Cianjur. ENDI SANUSI | PAKAR

Menurut Juang, pengungkapan tindak pandang perdagangan orang di kawasan Villa Kota Bunga berawal dari informasi dari masyarakat yang melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse dan Kriminal Polres Cianjur. Berbekal informasi itu polisi kemudian bergerak melakukan penyelidikan.

“Mereka mengangkut korban lalu berkeliling menggunakan mobil dan menjajakan para korbannya kepada WNA Timur Tengah. Korban mendapat bagian setelah semua hasil transaksi diterima oleh muncikari, kita grebek saat proses itu terjadi,” ungkap Juang.

Para pelaku terancam dijerat dengan pasal 2 UU RI nomor 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana orang. Selain itu polisi juga menyita 12 handphone dengan berbagai merk, 25 lembar uang pecahan Rp100.000, satu unit kendaraan Daihatsu Xenia warna abu-abu dengan nopol B-1687 BZS.

“Ancaman penjara 15 tahun dan denda, ini sudah kesekian kalinya kami memburu para pelaku tindak pidana perdagangan orang. Terutama modus prostitusi, ini juga yang menjadi harapan masyarakat Cianjur,” jelasnya.

Selain pengungkapan tersebut, sebelumnya Polres Cianjur telah mengungkap jaringan prostitusi serupa di kawasan Kota Bunga. Pada awal Oktober 2019 polisi meringkus lima pelaku yakni NM, JM, JNH, DA alias Mamih, dan H.

Sebelumnya, pada akhir November 2019 lalu, Polres Cianjur juga mengamankan pasangan suami istri Agus Sahlan dan Aenun Saadah, upaya mereka mengirim 15 orang secara ilegal ke timur tengah digagalkan Satuan Reserse dan Kriminal Polres Cianjur.

ENDI SANUSI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.