Desak Naikan UMK, Buruh Geruduk Pendopo Cianjur

Perwakilan puluhan buruh di Cianjur saat menemui pihak Pemkab Cianjur di pendopo. Endi | Pakar

CIANJUR – Puluhan buruh menggruduk pendopo Cianjur, Rabu (24/11/2021) malam. Mereka mendesak Pemkab Cianjur, menaikan upah minimum Kabupaten (UMK) menjadi Rp 3 juta. Para buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) Cianjur ini mendatangi Pendopo Cianjur sekitar pukul 20.00 Wib.

Mereka masuk ke lingkungan pendopo untuk menemui Bupati Cianjur Herman Suherman. Namun mereka hanya dapat menemui Asisten Daerah (Asda) 1 dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Cianjur.

Ketua SPN Cianjur, Hendra Malik mengatakan, kedatangan mereka malam ini untuk menuntut Pemkab Cianjur menaikan UMK 2022 hingga angka Rp 3 jutaan. Minimalnya, lanjut Hendra, UMK tahun depan naik 15 persen dari UMK tahun ini yang berada di angka Rp 2.699.814.

“Tuntutan kami awalnya UMK 2022 naik 21 persen. Tapi kalau memang tidak bisa, minimalnya 15 persen. Dengan naik 15 persen, UMK Cianjur akan menyentuh angka Rp 3,1 juta,” kata dia saat ditemui di Pendopo Cianjur, Jalan Siti Jenab, Rabu (24/11/2021).

Menurutnya jika Pemkab bersedia menandatangani rekomendasi kenaikan upah di angka 15 persen, maka buruh tidak akan menggelar aksi besok (25/11). “Kalau Pemkab bersedia naiknya 15 persen, tidak masalah meskipun tuntutan awal kami 21 persen. Yang penting UMK Cianjur akan naik di angka Rp 3 juta. Kami akan menerima, dan tidak akan menggelar aksi unjuk rasa besok. Karena tuntutan kami selesai di malam ini,” kata dia.

Namun jika Pemkab tak kunjung merespon dan tidak bersedia menaikan UMK sesuai tuntutan, maka buruh akan menggelar aksi yang lebih besar besok pagi. “Kita ini daerah dengan UMK terendah dibandingkan Kabupaten/kota tetangga. Kabarnya Pemkab hanya sanggup menyetujui kenaikan 5 persen. Kalau malam ini keputusannya memang hanya segitu, kita akan menginap di pendopo dan menggelar aksi lebih besar besok,” tegasnya.

Pantauan dilokasi, hingga pukul 22.09 Wib para buruh masih bertahan menunggu keputusan dari Pemkab Cianjur. Sementara itu, Kepala Disnakertrans dan Asda 1 Cianjur masih belum bisa dimintai keterangan. NDI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.