Desa Tangkil Butuh Sarana Pendidikan, DPKPP Ngaku Kewalahan Minta PSU di Tiga Pengembang

CITEUREUP – Minimnya sarana pendidikan karena tidak ada lahan kosong di Desa Tangkil, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor membuat Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor kewalahan mendapatkan Prasarana, Sarana, dan Utilitas umum (PSU).

Hal itu disampaikan oleh Kepala DPKPP Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika bahwa pihaknya mengakui sulit mendapatkan lahan Fasos Fasus untuk PSU.

“Di Desa Tangkil itu sudah sejak dulu banyak para pengembang besar salah satunya PT PSP tetapi untuk meminta PSU saja kita kewalahan karena mereka ini berbeda dengan PT Sentul,” katanya.(21/11)

Dirinya memaparkan bahwa PT Sentul saat melakukan pembangunan perusahaan tersebut koperatif memberikan lahan untuk Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU).

“Kalau Sentul itu ngebangun koperatif, sedangkan mereka ini membangun malah menghilang tidak ada dan itu salah satu kendala kita tidak bisa mendapatkan PSU,” paparnya.

Ajat Rochmat Jatnika mempertanyakan berapa luas pengembang dan wilayah Desa Tangkil dan, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor tersebut.

“Coba tanya desa Tangkil itu luasnya berapa dan luas lahan yang dikuasai pihak swasta di desa tersebut ada berapa karena Desa Tangkil ini seperti Desa Cibanon Sumerecon,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Tangkil, Fikriana mengatakan bahwa diwilayah terdapat tiga pengembang yang memiliki luas lahan ratusan hektar.

“Di Tangkil ini ada 3 pengembang, PT Surya Mitra Graha Perdana (SMPG) luas lahannya ada kurang lebih 100 hektar, PT PSP itu ada kurang lebih 200 hektar dan Pertamina kurang lebih 210 hektar,” ungkapnya.(21/11)

Namun sebaliknya untuk wilayah Desa Tangkil yang di tempati oleh warga hanya memiliki luas lahan 5,6 hektar.

“Luas lahan di Desa Tangkil cuka 5,6 hektar yang ditempati warga setempat mas, padahal luas totalnya itu Desa Tangkil 715 hektar. Sedangkan yang paling banyak menguasai lahan itu para pengembang swasta, maka dari itu kita di sangat minim sekali sarana pendidikan,” keluhnya.

Fikriana berharap di Desa Tangkil memiliki lahan untuk pembangunan Sekolah Dasar (SD) Negeri, namun pihaknya terkendala soal tidak memiliki lahan untuk Prasarana, Sarana, dan Utilitas umum (PSU).

“Kita berharap memiliki sarana pendidikan seperti membutuhkan gedung SD Negeri tahap pertama dan adanya sarana olahraga juga untuk masyarakat. Dan pembahasan ini sudah sering kita sampaikan ke DPRD Kabupaten Bogor namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut, padahal total penduduk di Desa Tangkil ada 1.500 jiwa atau 500 kepala keluarga (KK),” tandasnya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.