Demi Eksistensi, Lima Pelaku Gangster Diciduk Polisi

Para pelaku gangster digiring petugas Polres Bogor. (Khaerul Umam | Pakar)

CIBINONG – Lima pelaku gangster yang tergabung dalam kelompok Tanjakan Crew Ciseeng, diciduk polisi setelah melakukan penganiayaan terhadap seorang warga bernama Gufron (17) di Desa Babakan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor.

Wakapolres Bogor, Kompol Wisnu Utama Perdana mengungkapkan, aksi para gangster tersebut sebelumnya telah viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, para pelaku yang notabenenya adalah pelajar SMA itu bertindak gagah dengan mengacungkan senjata tajam berupa celurit di kawasan Ciseeng, baru-baru ini.

“Tak lama dari situ, kami melalui Polsek Parung berhasil mengamankan lima pelaku geng motor (gangster). Dari kejadian itu, ada satu korban atas nama Gufron,” ungkap Wisnu di Mako Polres Bogor, Rabu (5/10/2022).

Adapun kelima pelaku yang diamankan itu adalah MF (18), A (18), RD (18) MFK (18) dan MFF (17).

“Untuk korban Gufron mengalami luka bacok. Sekarang sedang menjalani perawatan di rumah sakit,” kata Wisnu.

Menurutnya, kelima pelaku tersebut melakukan aksi pidana itu untuk mencari jati diri, eksistensi dan juga atas dasar ingin diakui oleh rekannya dalam satu kelompok.

Dalam hal itu, kata dia, para pelaku ditantang dan merasa tertantang untuk melakukan tindak pidana dengan menyerang orang secara acak, merusak fasilitas umum bahkan menjambret.

“Motivasi mereka adalah mencari identitas, mencari tantangan dari rekan lainnya. Seperti menjambret, melukai orang lain dan merusak fasilitas umum,” jelas Wisnu.

Atas perbuatannya, kelima remaja tersebut disangkakan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dengan ancaman hukuman pidana maksimal 7 tahun penjara.

“Kami telah memerintah semua polsek untuk meningkatkan keamanan. Dan
Kami imbau masyarakat untuk tetap waspada. Karena kami tidak mentolerir segala bentuk berandalan bermotor seperti ini,” tegas Wisnu. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.