Dari 34 Ribu, Baru 10 Persen Produk UMKM di Kabupaten Bogor yang Tersertifikasi Halal

Salah satu pameran produk UMKM di Kabupaten Bogor. (Dok.Pakar)

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor masih memiliki pekerjaan rumah cukup besar untuk meningkatkan kualitas produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di daerahnya. Salah satunya adalah soal sertifikasi halal.

Berdasarkan informasi yang didapat, dari sebanyak 34.636 UMKM yang tercatat, baru sekitar 10 persennya yang memiliki sertifikat halal tersebut.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah
(Dekranasda) Kabupaten Bogor, Siti Chomzah pun tak menampik hal tersebut. Namun, dia mengaku bahwa Pemkab Bogor terus berupaya mengakomodir UMKM untuk memiliki sertifikat halal dengan program sertifikasi gratis.

“Ini memang menjadi PR kita ya. Tapi setiap tahun Pemkab Bogor melalui Dinas Koperasi dan UMKM, mengadakan program sertifikasi halal gratis untuk para pelaku UMKM ini,” kata Siti kepada wartawan.

Kendati demikian, Siti menyadari masih banyak kekurangan pada program tersebut. Salah satunya berkaitan dengan anggaran yang mengakibatkan pelaksanaannya dibatasi.

“Memang kan jumlah (sertifikasi halal) terbatas. Tidak semuanya kita bisa memfasilitasi untuk mendapatkan sertifikat halal itu tanpa bayar. Namun, kami tetap mengimbau kepada pelaku UMKM segera mengurus sertifikat halal itu,” jelas Siti.

Di samping itu, Siti menyebut meski dalam perjalanannya jumlah UMKM di fluktuatif, namun dari segi kualitas produk UMKM di Kabupaten Bogor menunjukkan tren positif.

Sehingga, untuk memaksimalkan potensi UMKM di Kabupaten Bogor, Siti berharap ada kolaborasi yang baik antara Pemkab Bogor dengan para pelaku usaha.

“Pemkab Bogor bersama dinas terkait, lembaga/asosiasi dan dunia usaha harus terus berkolaborasi melakukan pembinaan, pendampingan sekaligus pembiayaan agar pelaku UMKM bisa terus eksis dan naik kelas. Termasuk pengembangan produk halal dan ekonomi syariah juga mendapatkan perhatian besar Pemkab Bogor. Kami berharap semoga kolaborasi dan sinergi ini bisa terus ditingkatkan saling bergotong royong demi kemakmuran bersama,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor, Iman W Budiana mengaku bahwa pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan kualitas produk UMKM dengan berbagai pelatihan.

“Pembinaan, pelatihan terus kami lakukan. Kami laksanakan dengan para pelaku UMKM demi naik kelas. Bahkan tahun ini insyaallah ada sekitar 140 UMKM yang dipersiapkan untuk naik kelas,” kata Iman. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.