Dapat Dukungan Pusat, Pemkab Bogor ‘Hilangkan’ Upaya Ridwan Kamil Bangun Jalan Tol Tambang

Ridwan Kamil saat masih menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, ketika mengunjungi lokasi pembangunan jalan tol khusus tambang di wilayah Cigudeg, Kabupaten Bogor pada 29 Mei 2023. (Dok.Diskominfo)

CIBINONG – Program pembangunan jalan tol khusus tambang yang dijanjikan Ridwan Kamil selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, tak selesai. Saat ini, proses tersebut pun mulai diambil alih oleh pemerintah pusat.

Usai mendapatkan intervensi pusat melalui Komisi V DPR-RI, Detail Engineering Design (DED) yang telah dibuat Ridwan Kamil akan diubah oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor usai mendapatkan dukungan dari pusat tersebut.

Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu mengakui hal tersebut. Dia menjelaskan, jalan tol khusus tambang yang dicanangkan pemerintah provinsi Jawa Barat melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terkendala.

Kondisi tersebut, kata dia, mengharuskan adanya solusi baru untuk merealisasikan harapan masyarakat tersebut.

“Jadi kan begini sekarang ini kan selama ini, maaf selama ini jalan tol (tambang) itu direncanakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa barat, baik itu Ansi APBD Provinsi maupun melalui BUMD Jawa Barat. Tetapi kemudian kan mungkin ada kendala di situ. Karena merupakan kewenangan Provinsi berbicara antar Provinsi ceritanya, karena tembusnya ke Provinsi Banten,” kata Asmawa kepada wartawan, belum lama ini.

Asmawa menyebut, rencana pembuatan jalan khusus tambang itu akan dimainkan langsung oleh pemerintah pusat melalui aspirasi Komisi V DPR RI dengan permintaan pemerintah Kabupaten Bogor.

“Jadi Pemkab Bogor menyampaikan usulan kepada pemerintah pusat agar jalur khusus tambang itu dibangun oleh pemerintah pusat apapun bentuknya baik tol atau pun apa. Sehingga kendala saat ini bisa terealisasi,” papar dia.

Asmawa mengaku jika Pemkab Bogor pun sudah sepakat untuk bekerja sama dengan pemerintah pusat. Salah satu buktinya adalah dengan telah menganggarkan di APBD Kabupaten Bogor untuk pembuatan DED baru tersebut.

“Alhamdulillah, kita sudah ada dokumennya dan kami menganggarkan untuk penyusunan DED tahun ini, sehingga di 2024 kita bisa menyampaikan DED ini termasuk usulannya, dan mudah-mudahan di 2025 menjadi perhatian pemerintah pusat,” papar dia.

“Jadi sekarang polanya ada di Kabupaten untuk kita serahkan ke pemerintah pusat,” imbuhnya.

Kendati demikian, Asmawa Tosepu enggan berkomentar tentang kelanjutan DED yang sudah dibuat pada masa Ridwan Kamil.

Meski nantinya jika DED yang sudah dicanangkan Ridwan Kamil diganti, pembangunan jalan khusus tambang dimulai dari Nol alias dari DED baru yang akan dibuat di tahun 2024 ini.

Diketahui, jalan tol khusus truk angkutan tambang ini didesain dengan memiliki banyak pintu masuk yang lokasinya dekat tempat pertambangan. Titik awalnya yaitu dari Kecamatan Cigudeg.

Sedikitnya ada lima pintu masuk tol di dekat lokasi-lokasi tambang, sehingga mengurangi potensi truk-truk pengangkut tambang itu melintas di jalan umum. Setiap pintu masuk tol akan digunakan untuk transporter beberapa perusahan tambang yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bogor.

Pembangunan jalan angkutan khusus tambang ini merupakan upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengatasi sejumlah permasalahan akibat banyaknya truk tambang yang melintas di jalan arteri wilayah barat dan utara Kabupaten Bogor.

Karena, tak sedikit masyarakat yang menjadi korban jiwa karena tertabrak truk tambang. Belum lagi, lalu-lalang kendaraan pengangkut hasil pertambangan itu menyebabkan kemacetan dan menimbulkan polusi udara akibat debu jalanan.

Pada saat menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat atau sekitar 29 Mei 2023, Ridwan Kamil yang mengunjungi wilayah Cigudeg, Kabupaten Bogor saat itu mengklaim bahwa sepanjang 11,5 kilometer lahan yang akan digunakan untuk pembangunan jalur tol khusus tambang sudah siap.

“Di Parungpanjang, Cigudeg sampai Rumpin, bahwa tol khusus tambang itu sudah dimulai sebenarnya. Sudah 11,5 kilometer (yang) insyaallah sudah terbebaskan. Dan mayoritas jalannya sudah berbentuk (meski masih tanah),” kata Emil usai meninjau lokasi pembangunan jalur tol khusus tambang di wilayah Cigudeg, Kabupaten Bogor, Senin (29/5/2023).

Menurutnya, ada beberapa inovasi yang dilakukan Pemprov Jawa Barat untuk merealisasikan pembangunan tersebut. Salah satu yang utama adalah payung hukum atau regulasi untuk pembangunan.

“Inovasi yang kami lakukan itu dimulai dari regulasi dulu. Bahkan Menteri ESDM mengeluarkan Permen (peraturan menteri) khusus untuk jalur ini. (Alhamdulillah), proses jalan terus. Untuk amdal dan sebagainya juga jalan,” jelasnya.

Dengan kondisi saat ini, dia menargetkan pembangunan jalur tol khusus tambang di Kabupaten Bogor ini bisa selesai dalam jangka waktu satu tahun.

“Satu tahun dari sekarang menurut perkiraan insyaallah bisa beroperasi. Dan jalur ini akan melalui 12 jembatan dan 8 titik exit entry. Sehingga di jalur truk itu tidak banyak muter-muter yang bikin macet juga,” tutur Emil.

“Kalau ini selesai, insyaallah tidak akan terjadi lagi percampuran yg menyebabkan banyak kemudaratan dan kecelakaan yang menyebabkan kematian. Jadi saya mohon warga bersabar satu tahun lagi. Insyaallah beres dan (ini) bisa menjadi kenyataan,” kata Emil menekankan. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.