Danone Indonesia Terus Perkuat Komitmen Penurunan Stunting Edukasi Gizi “Isi Piringku” di Kabupaten Bogor

Danone Indonesia berkolaborasi dengan Yasmina Foundation melalui Program Isi Piringku tahun 2022 melaksanakan edukasi gizi di seluruh PAUD di Kabupaten Bogor. IST

JAKARTA – Stunting merupakan permasalahan kesehatan yang secara jangka panjang dapat menghambat tumbuh kembang dan aspek kognitif pada anak.

Dalam mencapai target penurunan angka stunting di Indonesia sebesar 14% pada 2024, dibutuhkan komitmen dari berbagai pihak baik dari sisi pemerintah, masyarakat maupun sektor industri.

Percepatan penurunan angka stunting menjadi prioritas dikarenakan menurut data hasil SSGI tahun 2021 angka stunting secara nasional sebesar 24,4% di tahun 2021, sedangkan Kabupaten Bogor menunjukkan data wilayah dengan prevalensi yang cukup tinggi yaitu 28,6 %.

Untuk itu, Danone Indonesia berkolaborasi dengan Yasmina Foundation melalui Program Isi Piringku tahun 2022 melaksanakan edukasi gizi di seluruh PAUD di Kabupaten Bogor dan secara khusus melakukan pendampingan dan monitoring di 40 PAUD terpilih yang bertemakan Gizi Seimbang untuk Generasi Emas.

Iwan Setiawan, Plt Bupati Bogor yang diwakilkan oleh drg Mike Kaltarina Mars, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, mengatakan, stunting telah menjadi permasalahan yang mempengaruhi identitas generasi kini dan masa mendatang.

“Untuk itu, memang sudah menjadi tugas kita bersama dalam menekan angka stunting melalui fokus utama pada perkembangan edukasi, gizi, dan kesehatan anak yang juga harus mampu bersinergi dengan para orangtua untuk mengembangkan pola asuh yang efektif di era disrupsi. Kami sangat mengapresiasi inisiatif yang dilakukan oleh Danone Indonesia dan Yasmina Foundation dalam menjalankan program Isi Piringku yang berfokus pada edukasi, gizi, dan pola asuh untuk anak usia dini, semoga dapat terus bersinergi dan berkolaborasi bersama pemerintah Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Sementara itu, Karyanto Wibowo, Sustainable Development Director Danone Indonesia menyampaikan bahwa pencegahan stunting menjadi salah satu fokus dari Danone Indonesia.

“Danone Indonesia sendiri memiliki program integrasi bernama Bersama Cegah Stunting yang didalamnya termasuk kampanye edukasi Isi Piringku. Program Isi Piringku ini bertujuan tidak hanya untuk membentuk gizi dan nutrisi yang seimbang namun juga turut mempersiapkan anak untuk menjadi generasi emas,” terangnya.

“Upaya kami ini sejalan dengan misi kami “Danone One Planet One Health” dan misi kami yakni membawa kesehatan melalui makanan dan minuman yang sehat ke sebanyak mungkin orang. Danone Indonesia terus berkomitmen mendukung kesehatan anak-anak Indonesia untuk menjadi generasi maju dengan target kami di 2022 ini ialah, untuk memperluas Program Isi Piringku, selain kepada guru PAUD dan orangtua, akan diperluas kepada TP PKK zona Tengah, dengan tujuan memperkuat pemahaman gizi seimbang di masyarakat dalam upaya pencegahan stunting khususnya di wilayah Kabupaten Bogor,” paparnya.

Program “Isi Piringku” yang dikembangkan Danone Indonesia bersama Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB sejak 2017 berfokus pada pemberian panduan edukasi gizi yang dapat digunakan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau TK (4-6 tahun). Melalui program ini, Danone Indonesia telah berhasil menjangkau 130,276 siswa dan 10,848 guru di 5,111 PAUD/TK yang berlokasi di 27 Kabupaten/Kota di 9 provinsi.

Pemahaman akan pentingnya penyediaan makanan yang seimbang agar si kecil memiliki metabolisme yang baik, sehingga proses berpikir atau tumbuh kembang anak tidak terhambat dan terhindar dari stunting, sangat berkaitan dengan berbagai pihak. Halimatu Sadiyah – Ketua TP PKK Kabupaten Bogor menyatakan bahwa penekanan stunting perlu dilakukan dari berbagai sisi termasuk dalam institusi pendidikan anak usia dini.

“Dengan menekan angka stunting mulai dari jenjang PAUD diharapkan sumber daya manusia bisa menjadi maju. Dalam hal penekanan angka stunting diperlukan usaha dari multidimensi dengan edukasi gizi, kesehatan, dan pola asuh pada guru dan orangtua. Anak usia dini merupakan anak usia emas dalam tumbuh kembang sehingga dapat menjadi investasi usia dini merupakan investasi yang tinggi dalam peningkatan Sumber Daya Masyarakat (SDM),” ungkapnya.

Untuk itu, sambung dia, pencegahan stunting ini harus dimulai dari usia dini dan dimulai dari menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan baru pada anak, salah satunya adalah dengan pemenuhan gizi seimbang, mencuci tangan menggunakan sabun, minum air putih 6 gelas sehari,beraktivitas fisik,dan olahraga. Peran perusahaan sangat penting dalam mendukung pencegahan stunting”

Iis Istiqomah, Direktur Yasmina Foundation memaparkan bahwa kegiatan Program Isi Piringku yang berisi edukasi gizi, kesehatan, dan pola asuh ini terus dijalankan dan disesuaikan dengan kebutuhan para penerima manfaat sehingga semakin banyak pihak yang teredukasi.

“Sesuai dengan target perluasan program kami di tahun ini, kami menyasar Kabupaten Bogor dengan harapan dapat memberikan pemahaman akan aspek pentingnya pemenuhan gizi seimbang yang berdampak pada pengurangan stunting di wilayah Bogor. Pada kesempatan ini juga, saya berterima kasih kepada Danone Indonesia yang telah mendukung kegiatan ini, semoga melalui program ini bisa membawa perubahan bagi anak-anak generasi emas kita, yang tentunya harus sehat agar dapat tumbuh dan menjadi penerus bangsa kita,” paparnya.


“Terima kasih atas kepercayaan terus menerus yang diberikan kepada Danone Indonesia, sehingga kami dapat terus berkontribusi memberikan edukasi hidrasi sehat, nutrisi dan kebersihan lingkungan yang bermanfaat untuk anak anak dan juga keluarga. Kedepannya, Danone Indonesia ingin terus mendukung kesehatan dan pertumbuhan anak Indonesia menuju Generasi Emas 2045 dengan menghadirkan produk bernutrisi, program berkelanjutan, hingga kerjasama multipihak untuk mendukung pemenuhan gizi dan kesehatan anak-anak Indonesia,” tutupnya. =AIM/*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.