Daerah Kaya Hasil Tambang, Banyak Sekolah Dasar Negeri di Rumpin Dalam Kondisi Rusak

Kondisi beberapa sekolah dasar negeri di Kecamatan Rumpin saat ini telah mengalami kerusakan parah. IST

RUMPIN – Kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) di sejumlah wilayah Kecamatan Rumpin, saat ini dalam keadaan rusak.

Hal ini tentu sangat memprihatinkan dan sangat ironis dengan melimpahnya sumber kekayaan alam terutama tambang andesit yang terus dieksploitasi di wilayah ini.

Sebagai informasi, beberapa sekolah yang kondisi bangunannya rusak adalah SDN Kertajaya 3 di Kampung Cikandang RT 03 RW 03. Di sekolah ini, kondisi atap genting bangunan hancur serta tiga ruang kelas, satu ruang guru dan toilet dalam kondisi rusak sehingga tidak bisa digunakan sebagaimana mestinya.

“Sudah diajukan usulan perbaikan lewat Musrenbang sejak tahun 2019, namun belum ada bantuan. Atap genting terpaksa diturunkan karena khawatir ambruk. Saya sudah laporan hal ini ke Disdik Kabupaten Bogor,” ungkap Kurniasih, Kepala SDN Kertajaya 03.

Selain kerusakan di SDN Kertajaya 3, ada juga kerusakan di bangunan kelas jauh yang menginduk ke SDN Kadusewu, tepatnya di Kampung Cijantur RT 05 RW 06 Desa Rabak. Di sini, sekitar 167 murid terpaksa harus rela belajar di tengah kondisi ruangan kelas yang rusak.

“Atap genting sudah rusak dan banyak bocor, konstruksi kayu juga sudah lapuk. Dari empat ruangan kelas yang ada, dua sudah rusak ditambah toilet juga rusak. Sudah diajukan usulan perbaikan sejak 2018 tapi belum ada realisasi,” ujar
Halimi, Kepala SDN Kalisewu.

Kondisi serupa juga dialami ruang kelas jauh SDN Cipinang 03. Di sekolah ini sejumlah ruangan dalam kondisi rusak. Bersyukur di sekolah ini telah mendapat bantuan rehab dari pihak swasta yaitu Rotary Club Menteng Jakarta.

Dikonfirmasi banyaknya sekolah dasar yang rusak, Camat Rumpin, Ade Zulfahmi mengatakan pihaknya telah menerima semua laporan dan memantau semua kondisi sekolah tersebut. Camat juga menerangkan telah berkoordinasi dengan pihak Koryandik, Disdik dan lainnya.

“Saya juga sudah berkoordinasi dengan Gus Udin, salah satu anggota Tim Percepatan Pembangunan Strategis Kabupaten Bogor. Semoga tahun 2022 akan ada perbaikan di sekolah sekolah tersebut,” harap Ade Zulfahmi.

Sementara itu, Humas Disdik Kabupaten Bogor, Iqbal Rukmana mengatakan bahwa belum terealisasinya usulan perbaikan beberapa sekolah tersebut disebabkan keterbatasan anggaran dan banyaknya sekolah yang rusak dan masuk skala prioritas.

“Jadi diharapkan pihak sekolah segera koordinasi dengan Pemdes setempat, Koryandik, Pemerintah Kecamatan untuk usulan kembali dalam Musrenbang. Sehingga jadi prioritas utama nantinya,” ujar Iqbal.

Melihat kondisi ini, salah satu pengamat kebijakan publik Yusfitriadi yang juga anggota Tim Fasilitator TJSL Kabupaten Bogor mengaku prihatin dan mendorong agar segera ada optimalisasi dari peran swasta dalam ikut membangun sarana dan prasarana pendidikan di Kecamatan Rumpin, terutama perusahaan tambang.

“Sejauh ini belum ada kerjasama CSR dari perusahaan-perusahaan tambang di Rumpin dengan TF-TJSL. Padahal kita ingin ada optimalisasi peran mereka dalam membantu perbaikan sarana prasarana pendidikan di sana,” tegasnya. =FRI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.