Dadang Minta Harga Kios di Blok F Tidak Memberatkan PKL

BOGOR – Rencana relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Nyi Raja Permas, ke Blok F Pasar Kebon Kembang, yang akan dilakukan Dinas KUKM Kota Bogor, mendapat penolakan dari para pedagang. Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Dadang Danubrata ikut angkat bicara terkait adanya persoalan itu.

Dadang meminta agar pengelola blok F memberikan keringanan kepada para PKL nyi Raja Permas untuk tidak mengenakan DP Rp20 juta kepada para pedagang, karena pasti sangat memberatkan bagi para PKL dalam kondisi seperti sekarang ini.

“Harusnya pengelola memberikan subsidi dimana DP harusnya nol persen, atau dibuat seringan mungkin yang bisa di bayar oleh para PKL di Nyi Raja Permas. Kondisi ekonomi sedang ambruk karena pandemi COVID-19, para pedagang juga sedang kesusahan, jadi jangan memberatkan pedagang,” ucap Dadang ketika ditemui pakuanraya.com, Sabtu (16/1/2021).

Lanjut Dadang, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tidak bisa memaksakan pedagang masuk ke dalam Blok F, dimana pedagang harus membayar uang DP Rp20 juta agar bisa berjualan di Blok F. Itu benar-benar sangat memberatkan bagi para PKL, jangankan buat bayar DP, buat mencukupi kebutuhan sehari-hari saja, mereka (pedagang) belum tentu, apalagi dibebani kewajibanmembayar DP sampai Rp20 juta.

“Selain itu harus menjamin tidak ada lagi PKL yang berjualan di jalanan sekitaran Nyi Raja Permas kalau memang semua PKL harus masuk ke Blok F. Supaya pedagang merasa mendapat jaminan pembeli akan belanja ke Blok F tidak belanja ke PKL yang masih ada diluar. Kalau jaminan suasana Blok F ramai pembeli bisa terwujud, tapi tetap mengutamakan DP atau cicilan kios yang harus terjangkau oleh para PKL,” tandas politisi PDI Perjuangan ini.

Menyikapi soal biaya untuk di Blok F, Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya harus mencari solusi yang terbaik bagi para PKL. “Kondisi pandemi ini semuanya serba susah. Saya berharap Dirut PPPJ bisa mencari solusi terbaik untuk PKL,” harapnya. RIF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.