Cita-Cita Mulia Cempaka, Calon Dokter Dari Pojok Kampung di Pelosok Rumpin

    Cempaka alias Akah siswi kelas 4 di sekolah kelas jauh SDN Cipinang 3. (Fahri | Pakar)

    RUMPIN – Seorang gadis kecil dengan memakai kerudung hitam tampak serius belajar bersama teman-temannya.

    Dia adalah Cempaka, murid kelas 4 sekolah kelas jauh Kampung Kebon Cau RT 3 RW 8 Desa Cipinang Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.

    Bersama puluhan siswa siswi lain di sekolah kelas jauh SDN Cipinang 3 yang berada di atas satu bukit dengan akses jalan terjal dan curam, Cempaka tampak gembira bisa belajar di satu ruang kelas sekolah yang beralaskan keramik dan menggunakan meja dan kursi.

    Untuk diketahui, sebelumnya ratusan siswa siswi kelas jauh SDN Cipinang 3 ini harus belajar di teras (halaman) rumah warga. Bahkan pernah belajar di gubuk bekas salah satu kandang ternak hewan. Sampai akhirnya, Rotary Club Jakarta Menteng memberilan bantuan untuk ada nya pembangunan gedung sekolah.

    “Iyah senang banget, di sini lebih enak tempat belajarnya. Jadi semangat lah. Dulu waktu di atas (sebelum ada gedung sekolah) nggak ada bangku (kursi) dan meja,” ungkap Cempaka (10), ketika di temui setelah usai jam belajar.

    Meski tinggal bersama orang tua dan dua saudaranya di salah satu kampung di pelosok Rumpin, serta belajar dengan fasilitas sarana prasarana pendidikan yang seadanya, namun itu semua tidak menyurutkan cita-cita dan mimpi dari gadis cilik yang murah senyum ini.

    “Nanti aku mau jadi dokter. Mau bantu orang – orang yang sakit biar bisa cepat sembuh,” ucap Cempaka dengan penuh semangat seraya tersenyum bahagia.

    Cempaka adalah salah satu murid yang rajin belajar dan suka membantu. Dia juga seorang siswi yang rajin, pintar dan pemberani dalam artian tidak malu untuk bertanya langsung ketika ada pelajaran yang tidak dimengerti oleh dirinya.

    “Cempakah atau biasa dipanggil Akah ini adalah siswi kelas 4 di kelas jauh SDN Cipinang 3. Dia anak penurut dan penuh pengertian. Setiap pagi – pagi, bapak dan ibu guru dibuatkan minum kopi atau teh,” ungkap Eka Tresnawati, satu dari tiga orang guru di kelas jauh Kebon Cau. =FRI

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.