Chusnul: Kita Akan Bangun Eduwisata Berkonsep Nurcery dan Farm Field di Area Kantor DKPP

Kepala DKPP Kota Bogor, Chusnul Rozaqi saat menerima kunjungan dari Wali Kota Bogor Bima Arya serta Sekda Syarifah Sopiah di kantornya, belum lama ini. IST

BOGOR – Lahan milik Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian atau DKPP Kota Bogor yang ada di area kantor tersebut, dalam waktu dekat akan ditata.


Kepala DKPP Kota Bogor, Chusnul Rozaqi membenarkan, adanya penataan oleh pihaknya. Hal itu dilakukan dengan tujuan merapikan kembali lahan tersebut.


“Kondisi lahan milik kami sekarang ini, seperti hutan belantara, dan tidak terurus. Ilalang tinggi bahkan menutupi sebagian lahan. Karena itu, saya langsung melakukan penataan yang luasnya 2,1 hektare ini. Kalau tidak diurus maka tidak akan jadi manfaat,” kata dia, kepada wartawan, Kamis (9/2/2023).

Ditambahkan mantan Kepala DPUPR Kota Bogor ini, penataan juga dilakukan pihaknya untuk mencegah adanya hewan-hewan yang membahayakan.


“Jadi begini. Kita kan punya tanah, tapi dikelola orang, terus tidak diurus, apakah mau didiamkan saja? Pasti mau dirapikan. Kalau ada bintang atau lainnya kan jadi bahaya buat yang beraktifitas di kantor ini,” tegas dia.


Chusnul juga membenarkan lahan tersebut tengah dikelola dan dimanfaatkan oleh seseorang, untuk pembibitan pohon-pohon buah. Namun dirinya mengungkapkan, selama ini tidak ada dasar perjanjian antara orang tersebut dengan pihak DKPP. Bahkan ia mengaku, pihak DKPP selama ini tidak menerima keuntungan sepeser pun dari pemanfaatan lahan tersebut.


“Tidak ada perjanjian, tidak ada sewa, dan tidak ada keuntungan yang diberikan. Justru ini salah, ketika aset pemkot dikelola orang, ada keuntungannya tapi tidak masuk ke sini (dinas). Seharusnya ada perjanjian, seperti beauty contest, untuk lelang dalam pemanfaatan asetnya,” papar dia.


Chusnul juga meminta pihak terkait itu, untuk memindahkan asetnya dari lahan tersebut. Chusnul menampik, tidak memberikan waktu bagi mereka untuk memindahkan tanamannya. Karena sudah memberi informasi dan memberikan waktu selama sepekan sampai Selasa (14/2/2023).


Ditambahkan Chusnul, pihaknya tidak merusak bibit-bibit pohon yang ditanam oleh petani. Bibit yang berada di polybag tersebut hanya dialihkan sementara dan seluruhnya masih dalam kondisi baik serta hidup.


“Bibitnya aman. Kalau yang ditanam memang perlu waktu. Jadi kami beri waktu seminggu untuk dirapikan,” jelas dia.


Dirinya juga mengungkapkan, tidak dapat memberi kompensasi kepada petani atau perwakilannya karena sejak awal pihaknya tidak menyewa atau pun memberikan keuntungan kepada DKPP. Ke depan, Chusnul berencana menata ulang lahan tersebut menjadi eduwisata yang berkonsep nurcery dan farm field. “Nanti kita tata lahan ini agar lebih bermanfaat lagi,”pungkasnya.=ROY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.