Catat, Warga Jakarta Yang Balik Mudik Harus Tes Antigen

Ilustrasi Arus Balik Lebaran 2021 (Ist)

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) mendata sebanyak 1.124 warga telah kembali ke Ibu Kota pada arus balik Idul Fitri 1442 H. Sayangnya sebagian besar dari mereka tidak membawa hasil tes PCR dan antigen, sehingga kondisi kesehatan mereka terkait COVID-19 tidak bisa terpantau.”Yang tidak ada hasil tes PCR atau antigen 1.099 orang,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Budi Awaludin ketika dikonfirmasi wartawan, Minggu (16/5/2021).

Budi mengatakan, dari ribuan orang yang masuk ke Jakarta pada arus balik kali ini, hanya 25 orang yang membawa hasil tes COVID-19. Semuanya dinyatakan aman dari paparan wabah mematikan itu setelah  beraktivitas di luar kota selama libur Lebaran tahun ini.”Yang ada PCR 16 dan yang antigennya ada 9,” tutur Budi.

Budi menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera menindaklanjuti hal itu, warga yang tidak membawa hasil tes PCR dan antigen diminta segera memeriksa kesehatan mereka di fasilitas kesehatan terdekat karena kedatangan mereka justru mengusik ketenangan warga di lingkungan tempat tinggal mereka. “Kita akan meminta mereka melakukan swap antigen atau PCR, bisa secara mandiri, untuk lebih menenangkan masyarakat sekitarnya atau bisa kita bantu juga nanti dengan mereka ke puskesmas terdekat,” tuturnya.

Budi melanjutkan, pihak RT/RW akan memantau warga yang baru pulang mudik itu, jika ada yang terkonfirmasi terpapar corona segera dikarantina dan dilakukan pelacakan untuk memutus mata rantai penularan.”Kalau memang hasil swabnya reaktif atau ada gejala sakit, nah itu nanti kita tindaklanjuti,” ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan, pihaknya melakukan tes COVID-19 di semua pintu masuk menuju Jakarta pada arus balik Idul Fitri 1442 H untuk mengantisipasi lonjakan Corona di Jakarta. Anies tidak merinci metode tes yang akan dilakukan pihaknya. “Kesimpulannya, pertama, akan dilakukan dua langkah pengetatan pemantauan pergerakan penduduk yang masuk Jakarta. Yakni, melakukan screening di tiap pintu masuk menuju Jakarta bahkan Jabodetabek. Lalu, untuk kendaraan pribadi nanti akan dilakukan screening random bagi mereka yang masuk,” kata Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengaku, upaya pengetatan pada arus balik nanti  telah disepakati dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DKI Jakarta yang di gelar Jumat pagi di Balai Kota Jakarta. “Kita adakan rapat koordinasi untuk mengantisipasi lonjakan arus balik sesudah musim lebaran. Kita semua menyadari bahwa tiap kali ada pergerakan penduduk yang cukup besar, maka di pekan-pekan sesudahnya potensi terjadinya kenaikan kasus aktif selalu ada,” ucapnya. MHD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.