Catat, Kemenkes Pastikan Tidak Ada Pantangan Makanan Usai Divaksinasi

0
Presiden Joko Widodo, bersiap disuntik dosis pertama vaksin Covid-19 produksi Sinovac di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/1/2021) lalu. Set | Presiden

JAKARTA -Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) memastikan, bahwa tidak ada pantangan makanan bagi masyarakat yang telah melakukan vaksinasi. Terpenting mengkonsumsi makanan bergizi dengan seimbang.

“Usai divaksin, tak ada pantangan makanan yang penting makanan tersebut bergizi seimbang,” tulis Kemkes dalam akun twitternya @KemenkesRI, dikutip Minggu (24/1/2021).


Meski demikian, Kemenkes menegaskan, yang perlu diperhatian setelah disuntik vaksin adalah kepatuhan menjalankan protokol kesehatan yakni memakai masker, menghindari kerumunan, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun.

Kemenkes berharap program vaksinasi nasional Covid-19 terus berjalan. Karena hingga pada Februari mendatang, target vaksinasi bagi 1,48 juta tenaga kesehatan akan tercapai.

“Healthies, vaksinasi Covif-19 adalah bentuk dari ikhtiar kita bersama untuk segera mengatasi pandemi di Indonesia. Untuk itu, jangan ragu divaksin ya, karena dengan vaksinasi kita telah berkontribusi untuk melindungi diri, keluarga dan orang sekitar,” ujar Kemenkes.

Sebelumnya, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmidzi, MPH mengatakan hingga tanggal 22 Januari pukul 13.00 jumlah tenaga kesehatan yang telah divaksinasi COVID-19 mencapai 132 ribu orang.

”Jumlah tenaga kesehatan di 13.525 fasilitas layanan kesehatan yang ada di 92 kabupaten/kota di 34 provinsi sudah mencapai lebih dari 132.000 orang atau 22% dari total 598.483 tenaga kesehatan,” katanya pada konferensi pers di Istana Negara, Jumat (22/1/2021).

Pada tahap awal vaksinasi COVID-19 pemerintah sudah menyebarkan undangan kepada tenaga kesehatan untuk mendapatkan vaksinasi bagi 598.483 tenaga kesehatan dari target sebanyak 1,4 juta. Sisanya sebanyak 888.282 tenaga kesehatan sudah mulai diberikan undangan di tanggal 21 Januari 2021.

”Jika ada tenaga kesehatan yang belum terdaftar di tahap pertama maka kemungkinan mereka berada di kelompok kedua,” ucap Nadia. =MHD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.