Cari Ketenangan di Pedesaan, Pelukis Naturalis Efendi Tetap Berkarya di Gunung Sibentang

Inilah Efendi (64), pelukis beraliran Naturalis Menggeluti karyany di Kaki Gunung Sibentang Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung. Jefry | Pakar

NANGGUNG – Namanya Efendi (64), seorang pelukis beraliran naturalis jebolan kelompok seniman Taman Ismail Marzuki (TIM) Cikini Jakarta, yang diam diam selama 27 tahun tinggal dan bersembunyi di kaki Gunung Sibentang Kampung Pasir Eurih RT 02/ RW 04, Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, setelah lelah melanglang buana ke berbagai tempat di nusantara untuk berkarya mendalami ilmu seni lukisnya.

Menurut Efendi, kepindahannya di Kaki Gunung Sibentang Hambaro sejak 27 tahun silam, selain karena merasa bosan hidup ditengah hirup pikuk kota besar Jakarta dan Depok, juga ada rasa kerinduan ingin tinggal di desa lantaran suasananya tenang dan udaranya segar.

“Akhirnya pindah dari kota Depok, saya dan sekeluarga memutuskan untuk tinggal di Kampung terpencil di Pasir Eurih, Desa Hambaro. Dan Kebetulan istri saya adalah warga Kampung Pasir Eurih, akhirnya kami pun tinggal di kaki pegunungan yang berhawa sejuk ini”,kata Efendi pelukis beraliran Naturalis kepada PakuanRaya.Online.

Dengan bekal kemampuan melukis yang cukup lama di timbanya dari para maestro seni lukis Nasional seperti di antaranya alm.Basuki Abdulah, Efendi mengaku selama 27 tahun bersama keluarganya hidup di kaki Gunung Sibentang, semakin membuat inspirasinya terasah tajam dan berkembang.

“Selama tinggal di Kampung Pasir Eurih Kaki Gunung Sibentang, alhamdulilah sudah ribuan hasil karya lukisan saya terjual. Dan Ternyata tinggal di pelosok desa itu malah membawa berkah,” ungkapnya.

Efendi mengaku selama menekuni karya lukisnya dari tahun 1980, sudah beberapa kota di Nusantara ia singgahi diantaranya kota Aceh. “Bahkan Hampir semua pejabat penting di Nusantara minta di lukis sama saya, termasuk mantan Bupati Bogor H. Nurhayanti dan mantan Camat Cihungbulang juga sudah saya lukis,” bebernya.

Kata Efendi, untuk harga satu lukisan pesanan wajah, boleh dibilang harganya cukup murah, itupun juga tergantung dengan ukuran kanvas dan bingkainya. “Dan yang paling berkesan dari hasil karya saya adalah saat Mantan Ibu Bupati Bogor ibu Nurhayanti menerima lukisan dirinya yang saya buat saat di kantor Kecamatan Nangung, ibu Nurhayanti begitu terlihat senang,” terangnya.

Jika order melukis sedang sepi seperti di dua tahun masa pandemik sambungnya Efendi mengaku sering menggeluti usaha lainnya seperti menerima order membuat Relief untuk Taman. “Bahkan Selama masa pandemik ini order membuat Relief taman cukup lumayan juga, ya Reken reken sebagai usaha sampingan saya saja,” katanya.

Bakat melukis yang dimilikinya lanjut Efendi, muncul saat i masih duduk di bangku Sekolah Dasar. “Beruntung saat itu kedua orang tua saya sangat mendukung. Dan akhirnya sampai sekarang saya hidup menjadi seorang pelukis Naturalis.”tukasnya.

H. Firdaus Kepala Desa Hambaro menyatakan bangga didesanya tinggal seorang seniman pelukis handal. “Berkat karya karya lukisnya Pak Efendi. Nama Desa Hambaro cukup dikenal dimana mana. Terutama dikalangan masyarakat Bogor Barat dan Jabodetabek,” pungkasnya. JEF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.