Camat Nanggung Imbau Warga Waspada Bencana

NANGGUNG – Ratusan Warga yang bermukim di tiga RW, Kampung Nangela dan Kampung Cibitung, Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, di imbau agar waspada bencana, hal ini terkait musim hujan akhir tahun sudah kembali datang.

Agar diketahui, Perubahan Cuaca ekstrem dampak La Nina yang diperkirakan oleh BMKG akan berlangsung hingga Februari 2022 mendatang dengan hasil pengamatan selain curah hujan tinggi hingga meningkat 70 persen juga disertai badai Petir, demikian di sampaikan Camat Nanggung AE Saepuloh melalui hubungan pesawat seluler kepada Pakar Online.

“Belajar dari pengalaman Bencana besar banjir bandang dan tanah longsor yang pernah terjadi di nanggung awal Januari 2019 silam yang disebabkan hujan terus menerus dengan curah tinggi, kami menghimbau semua warga 11 Desa di Kecamatan Nanggung agar waspada bencana,” kata AE Saepuloh Camat Nanggung.

Lanjutnya, Alasan ini disampaikan mengingat rumah rumah warga yang ada di 11 desa se Nanggung banyak yang berdiri di kawasan bebukitan dengan kontur tanah labil, oleh karena itu semua warga harus ekstra waspada.

“Khusus untuk dua perkampungan di Desa Nanggung yakni Kampung Nangela dan Kampung Cibitung yang di tahun 2019 lalu pernah diterjang bencana banjir bandang, longsor serta tanah bergeser, saya imbau agar ekstra waspada dan setiap saat mau lakukna memonitoring di lapangan guna membantu memberikan informasi kepada pemerintah desa dan kecamatan agar bersama sama bersiaga,” tukasnya.

Ahmad Sodik kepala Desa Nanggung menegaskan, upaya siaga bencana yang dilakukan pihak nya sejak awal Oktober lalu selain menghimbau warga agar waspada, juga rutin mengamati beberapa titik rawan bencana yang dulu pernah terjadi.

“Selain kami mewajibkan tugas Ronda Siskamling kepada semua warga untuk antisipasi kerawanan bakal terjadinya bencana di malam hari, mereka juga wajib laporkan setiap hasil pengamatan dilapangan baik melalui Grup WA maupun menggunakan Pesawat Radio HT dengan Muspika dan desa,” beber Kades.

Dari beberapa Kampung di Desa Nanggung yang paling rawan bencana sambung Kades, berada di Kampung Nangela dan kampung Cibitung. “Lantaran kontur tanah di dua kawasan perkampungan tersebut Labil,” ungkapnya.

Memang sih lanjut kades, sejak hujan turun pada beberapa Minggu ini, longsoran longsoran kecil di beberapa titik area memang ada, seperti lumpur dari tebingan yang tergerus hujan menutup jalan.

“Meski belum dinyatakan berbahaya, tetapi kami tetap harus ekstra waspada dengan meminta warga agar lakukan antisipasi dan terus berkordinasi dengan desa dan kecamatan, kepolisian dan Koramil,” tukasnya. JEF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.