Camat dan BPP Akan Usulkan Sawah yang Terdampak Banjir di Puraseda Dapat Penggantian Asuransi

Area Persawahan di Desa Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, yang terendam banjir dan gagal panen. (Jefri | Pakar)

LEUWILIANG – Dampak meluapnya sungai Puraseda di Desa Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor yang menyebabkan hektaran sawah milik warga gagal panen lantaran terendam banjir.

Melihat kejadian tersebut, Balai Penyuluh Pertanian (BPP) wilayah 3 Leuwiliang bersama WR. Pelitawan Camat Leuwiliang berserta pemerintah Desa Puraseda, akan diajukan untuk mendapat klaim asuransi ke Asuransi Jasa Indonesia (JASINDO).

Akan diajukannya hektaran sawah gagal panen akibat banjir Sungai Puraseda Leuwiliang seminggu lalu itu, tak lain sebagai upaya tindak lanjut dari Balai Penyuluh Pertanian wilayah 3 guna membangkitkan kembali semangat warga petani yang sawahnya terkena musibah banjir.

“Kami dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) wilayah 3, saat ini masih melakukan diskusi bersama Camat Leuwiliang Pak WR Pelitawan dan pemerintah desa, agar kesemua petani yang sawahnya terendam banjir bisa mendapat klaim Asuransi dari JASINDO, karena Pemerintah Kabupaten Bogor sudah mengasuransikan lahan pertaniannya seluas 25 ribu hektare agar dapat ganti rugi asuransi jika terdampak bencana,” kata Towafa Ridwanihaja kordinator balai penyuluhan pertanian wilayah III kepada PAKAR.Online.

Ditambahkan Towafa Ridwanihaja, kesemua petani yang menanam Padi di Puraseda sudah didaftarkan masuk kedalam program Ansuransi Usaha Tani Padi (AUTP) jika sawah mereka terdampak bencana yang meliputi tiga kategori yaitu kekeringan, hama penyakit serta banjir.

“Namun sebelum diajukan, harus dilihat dulu usia tanamannya berikut luas lahan yang digarap, barulah asuransinya dapat diajukan ke Jasindo. Kami BPP hanya bisa mengajukannya saja, sedangkan semua keputusan apakah bisa mendapat klaim asuransi atau tidak, ada di pihak JASINDO, karena BPP sifatnya hanya memfasilitasi penginputan saja. Selain itu ganti rugi asuransi juga harus ada rekomendasi dari Petugas Organisme Penggangu Tanaman (POPT),”tukasnya.

WR. Pelitawan Camat Leuwiliang menegaskan, akibat hujan deras yang hampir setiap hari mengguyur wilayahnya, berdampak buruk pada sektor pertanian, salah satunya banjir yang merendam hektaran sawah di Puraseda yang siap panen.

“Akibat banjir Sungai Puraseda menyebabkan puluhan hektar sawah warga gagal panen. Untuk itu Pemerintahan kecamatan, pemerintah Desa Puraseda berkordinasi dengan Balai Penyuluh Pertanian, masih mencari solusi agar lahan pertanian warga yang terdampak bencana, bisa mendapat klaim asuransinya,” kta WR Pelitawan.

Camat menambahkan, terkait banjir bandang sungai Puraseda yang terjadi di setiap tahun musim hujan, langkah antisipasi dan penanganannya agar tak terjadi lagi dikemudian hari, bukan hanya tanggungjawab dari Pemerintah Kecamatan Leuwiliang maupun Pemkab Bogor saja, melainkan juga semua pihak ikut terlibat, termasuk warga serta pihak lainnya.

“Langkah pertama adalah penanganan di kawasan hulu sungai yang ada di kawasan TNGHS, yakni dengan kembali melakukan reboisasi penanaman pohon, berikut dilakukannya perluasan lebar sungai termasuk pengerukan sungai akibat pendangkalan. Semua itu sekarang ini sudah menjadi tanggung jawab bersama,” pungkasnya. =JEF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.