Butuh Plasma Konvalesen, PMI Jalin Kerjasama Dengan Rumah Sakit

Ketua PMI Kabupaten Bogor, Zainal Syafrudin. IST

CIBINONG – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bogor, menjalin kerjasama dengan sejumlah rumah sakit untuk dapat mengakses data para penyintas Covid-19.

Ketua PMI Kabupaten Bogor, Zainal Syafrudin mengatakan, data para penyintas sangat dibutuhkan, karena donor plasma konvalesen yang ada saat ini, masih jauh dari kebutuhan yang ada.

“Stok plasma konvalesen yang dimiliki PMI awal Februari sebanyak 193 kantong. Kami dapatkan itu dari 65 orang pendonor. Tapi sudah mulai minim, seiring tingginya kebutuhan plasma bagi pasien Covid-19,” katanya, Jumat (19/2/2021).

Zainal menyebut para pendonor plasma konvalesen dari penyintas Covid-19 masih sangat minim. Dia menduga hal tersebut terjadi lantaran adanya beberapa persyaratan yang wajib dipenuhi calon pendonor, salah satunya dari sisi kesehatan.

Tak hanya itu, calon pendonor yang bakal diambil plasma konvalesen juga tidak boleh lebih dari tiga bulan pasca sembuh dari Covid-19.

“Ada skrining terlebih dahulu, di cek dlu. Perempuan yang sudah hamil juga tidak boleh kan,” ungkapnya.

Namun dia berharap kerjasama dengan sejumlah rumah sakit ini dapat membantu memaksimalkan jumlah pendonor plasma konvalesen di Kabupaten Bogor.

“Mudah-mudahan ya bisa membantu. Secara SDM kami sudah siap untuk menampung, hanya saja alat donornya memang masih kurang,” jelas Zainal.

Diketahui, Kabupaten Bogor, menjadi salah satu dari empat daerah di Jawa Barat yang memiliki Unit Transfusi Darah (UTD) yang memenuhi sertifikasi untuk pengambilan donor plasma konvalesen menggunakan metode apheresis.

Tiga daerah lain yang serupa di antaranya di Bekasi, Cirebon, dan Bandung. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.