Bus Uncal Dipakai Kegiatan Parpol, Pengamat: Itu Tidak Elok

Sebuah video beredar di media sosial memperlihatkan penggunaan Bus Uncal milik Pemkot Bogor, diduga digunakan oleh salah satu Partai Politik. IST

BOGOR – Pengamat Politik asal Kota Bogor, Ruhimat angkat suara soal penggunaan fasilitas Bus Uncal untuk kepentingan politik salah satu Partai Politik (Parpol).
Ruhimat menilai, penggunaan Bus Uncal untuk kepentingan politik itu tidak elok.

“Wali Kota Bogor Bima Arya ini sebagai Wali Kota Bogor atau sebagai petugas partai, tidak elok memanfaatkan jabatan dia untuk memperbolehkan itu,” tegas Ruhimat kepada wartawan, Senin (30/10/2023).

Ruhimat juga merasa aneh, dengan penggunaan Bus Uncal itu, karena hanya PAN saja yang menggunakannya.

“Atau memang diperbolehkan, tetapi belum ada yang pakai. Itu dilihat dari satu sisi saja. Tetapi harus netral kan ya penggunaannya,” terang Ruhimat yang juga dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Djuanda Bogor tersebut.

“Secara etika, di Kota Bogor ini bukan hanya ada satu partai. Kan banyak partainya. Dari segi kebijakan mungkin diperbolehkan untuk digunakan, tetapi tidak elok saja,” sambung Ruhimat.

Terpisah, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bogor tengah mendalami temuan dugaan penggunaan Bus Uncal untuk kepentingan politik salah satu Parpol ini.
Ketua Bawaslu Kota Bogor, Herdiyatna mengaku, akan mengkaji temuan penggunaan Bus Uncal diduga untuk kepentingan politik salah satu Parpol tersebut.

“Mau kami kaji dulu,” ungkap Herdiyatna kepada wartawan.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto tidak merespon dan menanggapi saat dikonfirmasi oleh wartawan.

Untuk diketahui, bus Uncal sendiri merupakan transportasi wisata yang diperuntukan untuk melayani wisatawan atau warga yang ingin berkeliling Kota Bogor.

Sedangkan, Kepala Dishub Kota Bogor Eko Prabowo menjelaskan, jika semua partai bisa menggunakan bus Uncal tersebut, asal mengirim surat terlebih dahulu kepada pihaknya.

“Mau partai apa saja bisa pinjam bus ini untuk kegiatan politiknya. Yang jelas, ada surat pemberitahuannya terlebih dahulu kepada Dishub,” singkat Eko.

Diketahui, penggunaan Bus Uncal diduga untuk kepentingan politik itu tersebar di media sosial (Medsos).

Dimana, hal itu dapat terlihat dari video yang dibagikan pemilik akun Tiktok bernama @zul.hasan. Dalam video berdurasi 28 detik itu, tampak depan Bus Uncal sudah dipasangi bendera parpol dan di pinggirnya terpasang banner salah satu pasangan Capres-Cawapres di Pemilu 2024.

Bus Uncal berwarna biru yang mengangkut sejumlah orang ternama yang bernaung dalam satu parpol itu terlihat tengah melintas di jalan raya. Namun, belum diketahui secara pasti lokasi pengambilan gambaran tersebut.=ROY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.