Bupati: Janji Kepala Desa Soal Pembangunan ke Masyarakat Dibayar Tunai Dengan Samisade

Bupati Ade Yasin saat disambut warga Desa Tugu Selatan. (Prayoga | Pakar)

CISARUA – Bupati Ade Yasin meresmikan jalan di lima desa di Kecamatan Cisarua yang dibiayai melalui program Satu Miliar Satu Desa (Samisade), Rabu (26/1/2022).

Ade Yasin yang mengawali kunjungan ke Desa Cibeurum meninjau langsung Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kampung Lemah Duhur RT 002 RW 003 dan melihat pelaksanaan vaksin anak usia 6-11 tahun di SDN Cibeurum 01 yang diikuti 60 siswa-siswi.

Lalu, rombongan Bupati, Kapolres dan Dandim menuju Kampung Paragajen RT 02 RW 06 melakukan peresmian jalan program Samisade sepanjang 500 meter x 6 x 0,15 dengan total biaya sebesar Rp1.000.000.000

Setelah Desa Cibeureum, kunjungan dilanjutkan ke jalan di Kampung Baru Keramat RT 02-03 RW 09 Desa Tugu Selatan meninjau betonisasi jalan sepanjang 1650 meter x 3 x 0,15 dengan total biaya Rp. 1.000.000.000

Selanjutnya orang nomor satu di Kabupaten Bogor Kembali bergeser ke Desa Tugu Utara, Desa Batulayang dan terakhir Jogjogan.

Di Desa Tugu Selatan, Bupati bersama rombongan langsung melaksanakan pertemuan dengan para kepala desa dan lurah serta masyarakat di Kecamatan Cisarua.

Dalam sambutannya, Ade Yasin mengatakan, Samisade bukan hanya kepentingan Bupati, tapi memang untuk kepentingan masyarakat di Kabupaten Bogor yang seharusnya memang dari dulu sudah dilaksanakan.

“Yang perlu diketahui program Samisade ini bukan untuk saya, tapi untuk masyarakat di Kabupaten Bogor,” ujar Ade Yasin,

Lanjut dia, Kabupaten Bogor ini berada di pinggiran Jakarta. “Tapi kenapa desanya tidak berubah nasibnya ya begitu-begitu saja, jalannya becek kotor rasanya saya malu juga, tapi deket dengan Jakarta tapi ada desa tertinggal,” ucapnya.

Namun, Pemerintah Kabupatennya Bogor khususnya DPUPR tidak bisa mengakses itu karena terbentur aturan, dan desa pun sama terkendala anggaran. Apalagi dengan Peraturan Presiden yang baru bahwa Dana Desa itu sudah di plot tidak bisa dirubah atau digeser-geser.

“Seperti BLT 40 persen, ketahanan pangan dan lain-lain sehingga untuk membangun ini sangat kecil sekali dan tidak ada, jadi wajar banyak kepala desa datang ke Jakarta ngadu ke DPR RI, tapi itu tidak terpengaruh bagi kita karena sekarang kita punya Samisade,” bebernya.

Lalu bagaimana dengan daerah lain yang tidak bisa membangun dan tidak bisa merealisasikan janji-janjinya.

“Kabayang teu (terbayang tidak), lima tahun dibully sama warganya. Kemana janji kadesnya selama lima tahun karena duitnya tidak ada,” ungkapnya.

Namun, di Kabupaten Bogor para kepala desa selama menjabat selama itulah dia bisa melaksanakan pembangunan.

“Artinya janji-janji kepala desa ke masyarakat bisa dibayar tunai, cuma hati-hati jangan menganggap ini hadiah dari Bupati, karena apa, karena anggaran ini ada aturannya juga, ada admistrasi yang harus ditempuh ada aturan mainnya,” tegasnya.

Selain itu, sebelum dilaksanakan pembangunan ada proses perencanaan yang harus dilalui yaitu seperti melalui Musdes.

“Karena ini harus dibahas betul di masyarakat mana yang lebih membutuhkan mana yang lebih memprioritaskan, jangan sampai Kades seenaknya membangun,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati meminta para kepala desa agar pengajuan Samisade harus maksimal.

“Ini kan masih ada desa yang mengajukan hanya 250 juta, itu kan sayang, padahal banyak yang masih perlu dibangun. Mungkin alasannya tak mau ambil resiko atau capek, udahlah,” tambahnya.

Tidak hanya itu, ia juga meminta Tim Pelaksana Kerja (TPK) di kecamatan harus ikut merumuskan, dari mulai perencanaan, pekerjaan hingga pelaporan.

“Nah pelaporannya juga harus bagus, jangan ada yang ngegantung, sehingga orang curiga, maka dicari-cari kesalahannya,” tandasnya.

Bupati juga menegaskan bahwa Samisade ini haknya kepala desa untuk membangun dan disalurkan pada infrastruktur.

“Jadi tidak boleh ada yang merecokin anggaran tersebut, kalau mau uang kerja, mau ngaduk atau bawa batu, yang jelas kerja,” bebernya.

Ke depan, ia berharap pembangunan infrastruktur selesai dikerjakan. Dengan begitu, anggaran Samisade bisa dialokasi ke yang lain, misalkan BUMdes, atau pelatihan yang jelas tidak lagi pembangunan fisik jalan.

“Tapi lebih pada peningkatan kualitas SDM dan peningkatan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. =YUS/KM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.