Bupati Ingin BPRS Ikut Memajukan Kabupaten Bogor

0
52

BOGOR – Kompartemen BPR Syariah Asbisindo kembali menggelar milad sebagai agenda tahunan berkumpulnya 165 BPR Syariah se-Indonesia. Pada tahun ini dipusatkan di Kabupaten dan Kota Bogor, yang diisi dengan seminar nasional, turnamen futsal dan launching produk bersama BPR Syariah dengan branding “Tabungan Gaul iB”.

Acara dihadiri Bupati Bogor Ade Yasin, Ketua MUI Kabupaten Bogor KH Ahmad Mukri Aji, Sekretaris Jenderal Kompartemen BPR Syariah Abisindo Alfi Wijaya, Kompartemen BPR Syariah Asbisindo Cahyo Kartiko dan para direksi BPRS seluruh Indonesia.

Ade Yasin mengatakan, di Kabupaten Bogor terdapat lima bank konvensional dan BPRS yaitu PT BPR syariah Bogor Tegar Beriman sebuah BUMD yang berdiri sejak 2016 lalu. Sampai saat ini terus berkembang pesat dan maju. Banyak sekali masyarakat Kabupaten Bogor mempercayakan dan menabung ke BPRS.

“Saya berharap di ikuti oleh yang lain seperti dinas dinas mulai menyimpan TPP nya disitu, sehingga bisa ikut menumbuh kembangkan bank bank yang ada di Kabupaten Bogor,” kata Bupati saat memberikan sambutan dalam acara yang digelar di IICC Botani, Senin (8/7/2019).

Bupati Bogor Ade Yasin

Bupati juga berharap ada sharing and kharing untuk bank-bank syariah karena memang di kalangan anak muda bank Syariah belum dikenal. Mereka masih berharap menabung ada bunga masih konvensional.

Pemkab Bogor juga sangat berharap agar BPRS ini mendukung visi misi Kabupaten Bogor dan membantu berkolaborasi dalam membangun maupun memajukan Kabupaten Bogor. BPRS juga harus mampu memerangi rentenir di Kabupaten Bogor karena sudah banyak korban masyarakat Kabupaten Bogor terjerat oleh rentenir.

Ade juga sangat merespon positif dan mengapresiasi program program dari BPRS. Tadi di launching tabungan gaul yaitu tabungan khusus anak muda. “Mudah mudahan ini juga menarik minat kaum milenial karena sebagian besar penduduk kita milenial mudah mudahan mereka tertarik untuk menabung di BPR syariah,” jelasnya.

Peranan BPRS sangat penting sekali, Bupati menerangkan bahwa pihaknya juga telah menginstruksikan Baznas untuk menyelesaikam persoalan kebutuhan sosial di Kabupaten Bogor.

Untuk itu bukan hanya Baznas, tetapi BPRS juga diharapkan berkontribusi dan berperan aktif membantu kebutuhan masyarakat di Kabupaten Bogor.

“Selamat kepada BPRS di acara milad tahun ini. Semoga ke depan bisa mengexplore Kabupaten Bogor dengan berbagai potensi potensi yang ada. Mari kita bersinergi dan saling membangun untuk kemajuan bersama,” tuturnya.

Dalam syukuran milad, BPR Syariah siap bertransformasi perbankan majukan kaum millenial. Sekretaris Jenderal Kompartemen BPR Syariah Asbisindo Alfi Wijaya menuturkan bahwa milad tahun 2019 merupakan perayaan yang kedua setelah tahun lalu mulai dilaksanakan di Yogyakarta sebagai tuan rumah.

“Sebelum mempunyai kompartemen BPR Syariah, kita tidak mempunyai agenda ini. Setelah Asbisindo membuat wadahnya, mulailah kita membuat kegiatan bersama untuk meningkatkan silaturrahmi,” terangnya.

Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan bisa meningkatkan kerjasama antar BPR Syariah serta bisa menyusun rencana-rencana kerja yang lebih baik dalam membangun pertumbuhan bisnis.

“Kompartemen BPR Syariah menjadi wadah dan pergerakan untuk membangun industri ini lebih maju dan bisa mengikuti trend zaman, “ kata Alfi.

Selain itu pula, dilakukan launching produk bersama BPRS dengan branding “Tabungan Gaul iB” yang merupakan wujud sinergi konkrit antar BPRS dalam memberikan produk dan layanan terbaik bagi masyarakat khususnya generasi millenial.

“Tabungan Gaul  iB merupakan branding bersama BPR Syariah se Indonesia. Kita menggaet kaum muda agar mau berinvestasi atau berintraksi dengan layanan dan jasa di BPR Syariah. Kenapa milenial karena kata Gaul dari produk ini  merupakan kependekan dari Gerakan Menabung Mellineial, tuturnya.

Ditempat yang sama, Cahyo Kartiko Ketua Umum Kompartemen BPR Syariah Asbisindo menambahkan bahwa BPR Syariah dari tahun ke tahun mengalami peningkatan baik dari sisi jumlah maupun pertumbuhan bisnis.

“Kami membutuhkan transformasi agar industri ini bisa lebih bersaing dan bertahan dalam melayani dan membantu ekonomi umat. Sekarang ini kita sudah hampir ada di setiap provinsi dengan jumlah 165 BPR Syariah,” tegasnya.

Salah satu kegiatan milad berupa seminar dengan Tema Transformasi Perbankan Syariah dan Implikasinya bagi Industri BPRS merupakan tema yang sangat aktual untuk dibedah sekaligus ditindaklanjuti ditengah perkembangan industri era 4.0.

“Sebagai lembaga keuangan berbasis syariah, kami harus bisa eksis dan tumbuh secara berkelanjutan sekaligus menunjukkan keunikannya yakni kepatuhan terhadap prinsip syariah. Kami harus bisa mengikuti dan bersaing dengan perkembangan industri, “ ucap Cahyo.

Cahyo menambahkan bahwa pada tahun 2020-2030 nanti, para kaum millennial yang akan mendominasi. Mereka ini yang akan menjadi penggerak dan membuka lahan pekerjaan baru berupa bisnis digital dan industry kreatif.

“Kami melihat potensi para kaum muda ke depan sangat besar. Dari sekarang kami membuka jalan bagi mereka dengan produk yang sesuai dengan kaum millennial,” pungkasnya.

SYARIF HIDAYATULLAH

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.