Bupati Ingatkan Kepala Desa Tak Main-main dengan Anggaran SamiSade

Bupati Bogor, Ade Yasin. Khaerul Umam | Pakar

CIBINONG – Bupati Ade Yasin, mengingatkan para kepala desa untuk tidak main-main dengan anggaran dalam program Satu Miliar Satu Desa (SamiSade) di tahun 2021.

Menurutnya, program SamiSade merupakan upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk membangkitkan gairah ekonomi masyarakat di Kabupaten Bogor.

Melalui program ini, kata dia, Pemkab Bogor berkomitmen memaksimalkan penggunaannya pada pembangunan infrastruktur di pedesaan, termasuk infrastruktur menuju lokasi wisata.

“Tahun 2021, Pemkab Bogor memberikan SamiSade untuk membangun desa. Dana yang diberikan untuk desa ini dipergunakan membangun infrastruktur desa, termasuk membangun infrastruktur untuk ke tempat wisata,” kata Ade Yasin usai melantik 88 kepala desa di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (5/2/2021).

Dia menilai, jika infrastruktur di desa layak untuk dilintasi, maka akan banyak orang menggunakannya. Termasuk, wisatawan yang ingin berkunjung ke tempat wisata di Kabupaten Bogor.

Kendati demikian, program perdana Pemkab Bogor yang dilaksanakan pada tahun 2021 ini, akan berjalan dengan baik. Dengan catatan perangkat desa yang bekerja, semua memiliki visi dan misi yang sama.

Ade Yasin menambahkan, program SamiSade ini merupakan kesempatan pembuktian para kepala desa dan perangkatnya untuk mengelola keuangan dengan baik.

Bahkan, kata dia, anggaran yang diberikan bukan tidak mungkin kembali dilakukan Pemkab Bogor, jika kepala desa beserta perangkat, bisa memanfaatkannya untuk kepentingan masyarakat.

“Tahun 2021 ini adalah tahun pertama masa percobaan program SamiSade. Saya ingin tahu mampu tidak pemerintah desa mengelola bantuan satu milyar satu desa ini. Kalau kepala desa dan jajarannya bisa mengelola dengan baik dan benar, terlihat jelas pembangunan desa, tahun berikutnya kita akan berikan bantuan yang nominalnya sama dengan bantuan sekarang ini,” jelasnya.

Tak hanya kepala desa sebagai pengguna anggaran, Ade Yasin juga meminta kepada para camat sebagai komandan, untuk mengawasi betul penggunaan anggaran negara ini.

“Tim pengawasan nanti dikomandoi kecamatan. Mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan hingga laporannya. Saya ingin semua berjalan sesuai aturan,” tegas Ade Yasin.

Diketahui, untuk mewujudkan program SamiSade, Pemkab Bogor menggelontorkan anggaran sebesar Rp319 miliar.

Anggaran sebesar itu dialokasikan untuk 349 Desa dari total 416 Desa yang mengusulkan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin mengklaim jika melalui program tersebut, Pemkab Bogor memprioritaskan desa-desa dengan kondisi infrastruktur yang belum baik.

“Kalau yang sudah baik (infrastruktur), itu tidak masuk,” jelas Burhan.

Anggaran fantastis yang digelontorkan itu pun diakuinya akan mendatangkan manfaat bagi pemerintah maupun masyarakat. Sebab, selain membangun infrastruktur yang baik, juga akan mendorong roda ekonomi masyarakat.

“Kami juga akan gali potensi yang ada di tiap desa. Misalnya, di desa tersebut ada lokasi wisata, maka harus dibarengi dengan infrastruktur yang baik juga kan. Agar ekonominya berputar,” tuturnya.

Namun menurutnya, program SamiSade ini bukan berarti setiap desa mendapatkan rata Rp1 milyar. Melainkan tergantung daripada kebutuhan desa tersebut.

“Ya tergantung kebutuhannya. Tidak rata ya. Dan saya tegaskan desa yang masuk dalam program ini, tidak menduplikat dari program yang sudah di anggarkan dalam Anggaran Dana Desa (ADD) atau lainnya yang sudah ter programkan,” tegas Burhan.=MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.