Buntut Kasus Gratifikasi di SMPN 3 Citeureup, Operator Sekolah dan Peserta PPDB Terancam Kena Sanksi

CIBINONG – Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor akan melayangkan sanksi bagi kedua pihak yakni orang tua murid (penyuap) dan operator sekolah (penerima suap) setelah terindikasi melakukan gratifikasi Pemerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP Negeri 3 Citeureup.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Bambang Tawekal mengatakan bahwa dua pelaku tersebut akan menerima sanksi hingga pemberhentian.

“Betul kemarin pihak sekolah sudah kita panggil, dan operator ini akan kita berikan sanksi termasuk orang tua murid yang terlibat memberi suap, makanya ini akan kita berikan sanksi tegas,” katanya kepada PAKAR, pada Kamis 11 Juli 2024.

Ia menyebut ada dua dari pihak sekolah terlibat bermain dalam pelaksanaan PPDB di SMPN 3 Citeureup.

“Yang terlibat itu satu oknum operator sekolah yang memainkan tugasnya dan satu lagi petugas security yang kami dapat laporan itu. Karena ini sudah ada pengambilan uang pasti ada (sanksi) dan sanksi yang paling berat hasil investigasi diberhentikan,” ungkapnya.

Ia mengaku dari ribuan sekolah negeri baik jenjang SD dan SMP di Kabupaten Bogor, hanya SMP Negeri 3 Citeureup yang terpantau melakukan indikasi kecurangan pada pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2024/2025.

“Dari ribuan SD dan ratusan SMP Negeri di Kabupaten Bogor, kami baru SMPN 3 Citeureup yang mendapatkan informasi ini. Tentunya saya sudah memprintahkan kepada kepala sekolah untuk segera memberikan tindakan tegas kepada pemberi dan penerima suap dalam kasus ini,” tegasnya.

Sementara itu Kepala SMPN 3 Citeureup, Ari Widayati membenarkan bahwa terdapat salah satu operator sekolah terlibat dugaan gratifikasi dalam pelaksaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

“Yang jelas kita harus menemukan solusi terbaik karena pelanggar aturan tidak bisa diterima. Dan ini sebenarnya permasalahan yang bermula dari mereka orang tua kenapa harus melalui ini (oknum), padahal pendaftaran ini sudah tertampang melalui online,” ucapnya kepada wartawan.

Maka dari itu dirinya menyampaikan akan mengusut tuntas masalah kecurangan PPDB yang merusak reputasi (nama baik) lembaga pendidikan yakni SMP Negeri 3 Citeureup.

“Kalau masalah oknum nanti saya usut yah dan saya janji akan saya usut sampai permasalahan ini beres (selesai). Dan saya tidak akan mendiamkan permasalahan ini karena ini sudah mencoreng lembaga, dan jika terbukti insyaallah (dipecat),” tukasnya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.