BPJS PBI yang Dinonaktifkan, Bisa ‘Hidup’ Kembali Jika Didaftarkan Oleh Pemda

Suasana pelayanan di kantor BPJS Cabang Kota Bogor. IST

BOGOR – Sehubungan dengan maraknya pemberitaan terkait 55 Ribu peserta BPJS PBI APBN di Kota Bogor dinonaktifkan.

Menanggapi hal tersebut dan sekaligus memberikan informasi kembali kepada seluruh masyarakat, Pejabat Pengganti Sementara (Pps) Kepala Cabang BPJS Kota Bogor Rizal Ashari Nampira menjelaskan, bahwa penonaktifan peserta PBI JK/PBI APBN tidak dilakukan sepihak oleh BPJS Kesehatan. Karena, penonaktifan tersebut dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Kementerian Sosial.

“Untuk diketahui, bahwa segmen kepesertaan PBI APBN/PBI JK didaftarkan dalam Program JKN berdasarkan SK Kementrian Sosial Republik Indonesia. Berdasarkan usulan dari Kementerian Sosial yang di tetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Sosial, maka BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara Program JKN, baru dapat mendaftarkan sebagai peserta PBI JK / PBI APBN,” terang Rizal, dalam keterangan yang diterima redaksi, Selasa (5/12/2023).

Ia menuturkan, peserta JKN PBI JK/PBI APBN yang dinonaktifkan berdasarkan SK Mensos tersebut, dapat diaktifkan kembali kepesertaannya menjadi PBI JK/PBI APBN, PBPU BP yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah, peserta PBPU (Peserta Bukan Penerima Upah) yang biasa dikenal dengan peserta mandiri, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Adapun alur proses aktifasi atau pendaftaran kembali sebagai Peserta JKN adalah peserta Segmen PBI JK/PBI APBN dapat mendaftar lewat Kelurahan setempat. Apabila memenuhi kriteria sebagai masyarakat miskin dan tidak mampu, maka petugas operator kelurahan dapat mengusulkan melalui aplikasi SIKS NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation).

”Selanjutnya Dinas Sosial akan melakukan verifikasi terhadap data usulan, apabila dinyatakan layak menjadi peserta PBI JK/PBI APBN maka Dinas Sosial akan melengkapi ID DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) dan selanjutnya data tersebut disampaikan ke Walikota untuk ditetapkan sebagai usulan PBI JK dan diteruskan ke Kementerian Sosial,” tandasnya.
Masih kata Rizal, peserta Segmen PBPU BP yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah, dapat mendaftar melalui aplikasi SOLID (Sosial Integrasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) Kota Bogor dengan alamat situs internet https://pelayanansosial.kotabogor.go.id/index.php/frontend/login. JIka peserta mengalami kesulitan mengakses Aplikasi Solid tersebut maka peserta dapat menghubungi kelurahan setempat.

”Peserta Segmen PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah) yang biasa dikenal dengan peserta mandiri, dapat mengakses kanal layanan yang disediakan oleh BPJS Kesehatan seperti, Aplikasi Mobile JKN yang dapat di akses melalui Handphone yang memiliki sistem operasi Android atau iOs. Care Center 165, Pandawa (Pelayanan Administrasi Melalui Whatsapp) melalui pesan teks whatsapp ke nomor layanan 08118165165, atau mengunjungi Kantor Cabang BPJS Kesehatan terdekat,” papar dia.

Ditambahkan Rizal, peserta JKN juga dapat secara rutin memeriksa keaktifan kepesertaan melalui aplikasi Mobile JKN, Care Center 165 dan Aplikasi CHIKA.=ROY/*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.