BPBD Kabupaten Bogor Waspadai TPS Rawan Bencana Saat Pencoblosan

Ilustrasi Pemilu 2024. IST

CIBINONG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, sudah mulai memetakan Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemilu 2024 yang berada di wilayah rawan bencana.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Muhamad Adam mengungkapkan, pemetaan TPS rawan bencana tersebut penting dilakukan agar pesta demokrasi bisa berjalan dengan lancar.

“Sudah mulai kami petakan TPS maupun akses menuju TPS nya yang rawan bencana. Ini perlu kami lakukan sebagai antisipasi terjadi bencana yang memakan korban dan pemilu berjalan baik,” kata Adam kepada wartawan, Kamis (18/1/2024).

Adapun jumlah TPS di Kabupaten Bogor berdasarkan yang telah ditetapkan KPU yakni sebanyak 15.228 TPS dan tersebar di 40 kecamatan. Sementara untuk jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yaitu sebanyak 3.889.441 pemilih.

Untuk sementara ini, pemetaan TPS rawan bencana di Kabupaten Bogor tercatat tersebar di 28 kecamatan. Jumlah tersebut berada di seluruh wilayah, baik barat, timur, selatan hingga utara Kabupaten Bogor.

Menurut Adam, pemetaan TPS rawan bencana tersebut juga dilakukan berdasarkan warning dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi ada potensi cuaca ekstrem pada saat pencoblosan nanti, 14 Februari 2024.

“Jadi ada prediksi dari BMKG dan kami lakukan antisipasi dengan juga membantu mengamankan logistik pemilu dari medan terjal dan rawan,” jelas Adam.

Sementara itu, Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu meminta seluruh jajaran BPBD Kabupaten Bogor untuk siap siaga mengantisipasi bencana.

Salah satu persiapan yang harus dilakukan adalah melatih personel agar pada saatnya nanti bisa lebih maksimal dalam penanganan bencana.

“Dalam rangka antisipasi terjadinya bencana di Kabupaten Bogor, kita senantiasa meningkatkan kemampuan para personel, memastikan kesiapan perlengkapan serta sarana dan prasarananya,” kata Asmawa.

Menurutnya, peningkatan kemampuan personel akan sangat membantu mengantisipasi dan menangani bencana di Kabupaten Bogor yang tidak sedikit wilayahnya dalam kondisi labil.

“Kemampuan dan keterampilan anggota terus ditingkatkan agar siap secara pengetahuan, fisik, maupun mental sehingga lebih cakap dalam bertugas dan kualitas pelayanan penanganan bencana bagi masyarakat juga semakin meningkat,” jelas Asmawa. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.